Sidang Perlemen Dunia Di Bali Diprakarsai DPR Untuk Dukung SDGs
Laporan: Ruslan Tambak | Jumat, 08 September 2017, 03:34 WIB

. DPR RI menggelar World Parliamentary Forum On Sustainable Development di Nusa Dua Bali, pada 6-7 September 2017. Forum parlemen dunia ini, dihadiri oleh delegasi dari 47 parlemen dunia dan international observer.
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, sebagai pimpinan DPR yang membidangi diplomasi parlemen, menyatakan bahwa sidang ini lahir atas inisiatif aktif DPR dalam mendukung agenda Sustainable Developments Goals (SDGs) alias pembangunan berkelanjutan.
"Forum ini adalah forum tingkat dunia pertama, yang secara khusus membahas penguatan peran parlemen dunia dalam mendukung pencapaian SDGs pada 2030. Forum ini juga sebagai bukti peran strategis DPR RI dalam diplomasi parlemen di dunia," ujar Fadli Zon yang juga Presiden GOPAC.
Sejumlah agenda strategis yang termuat di dalam SDGs, dibahas secara mendalam dalam forum ini. Fadli Zon memaparkan bahwa dalam forum ini diselenggarakan 3 Plenary Session dan 5 Panel Discussion.
Forum ini berjalan sangat produktif dan efektif. Total seluruhnya ada 8 sesi diskusi, yang membahas sejumlah isu. Beberapa isu yang dibahas antara lain climate change, violence and sustaining peace, inclusive development, corruption, gender equality, dan regional cooperation. Isu-isu yang diangkat dalam forum ini sangat relevan dalam merespon problem global yang saat ini tengah berlangsung. Saya sendiri memimpin Second Plenary Session yang mengangkat tema "Ending Violence and Sustaining Peace".
"Dalam sesi yang saya pimpin, ditegaskan bahwa salah satu tantangan pembangunan berkelanjutan adalah masih terjadinya aksi-aksi kekerasan kemanusiaan. Dan saat ini kita bisa lihat, tragedi kemanusiaan di sejumlah tempat masih menjadi tantangan yang belum bisa ditangani secara tuntas. Melalui forum ini, hampir seluruh delegasi menyatakan kecamannya terhadap tragedi kemanusiaan di Myanmar, Syria dan Palestina. Tragedi kemanusiaan tersebut menghambat pencapaian SDGs 2030. Pembangunan berkelanjutan tidak akan tercapai tanpa adanya perdamaian," paparnya.
Fadli Zon berharap World Parliamentary Forum On Sustainable Development kali ini semakin memperkuat komitmen parlemen di seluruh dunia dalam mensukseskan pencapaian SDGs 2030.
"SDGs 2030 akan terwujud jika seluruh pemangku kepentingan, termasuk Parlemen, dapat menjalin kemitraan kolaboratif. Melalui peran legislasi, budgeting, pengawasan, serta peran perwakilan, parlemen memiliki posisi strategis dalam mempercepat pencapaian target-target SDGs," tambahnya.
World Parliamentary Forum On Sustainable Development dihadiri oleh 47 Parlemen dari berbagai negara. Beberapa diantaranya adalah dari Qatar, Kanada, Turki, Korea Selatan, India, Chile, Fiji, Ghana, Zimbabwe, Ecuador, Iran, Jordan, Mexico dan Portugal. Adapun 19 Observer yang hadir antara lain ASEAN Inter Parliamentary Assembly (AIPA), UNDP, European Union, dan Migran Care. Hadir juga para pimpinan parlemen dari sejumlah negara.
[rus]