Kemenkes Perlu Sosialisasi Bahaya Virus MERS-CoV Ke Calhaj
| Kamis, 24 Agustus 2017, 09:50 WIB

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) diminta terus menyosialisasian bahaya virus MERS-CoV yang tengah tersebar di Arab Saudi kepada calon jemaah haji.
"Kemenkes harus mensosialisasi bahaya virus Mers-CoV kepada calon jemaah haji yang akan berangkat agar tidak ada yang terjangkit virus berbaha itu," tegas anggota Komisi IX DPR, Dewi Aryani dalam pertemuan dengan stakeholder di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Jawa Timur, belum lama ini.
Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu juga meminta kepada Kemenkes untuk melakukan langkah preventif. Salah satu upaya itu misalnya dengan menaruh poster mengenai bahaya virus Mers-CoV di setiap pintu asramah calon jemaah haji, lorong rumah sakit.
"Langkah preventif itu perlu dilakukan agar jemaah tidak tertular. Misalnya dengan memberikan pemahaman akan bahaya virus melalui media poster yang ditaruh di pintu asrama, jemaah harus rajin mencuci tangan dengan sabun usai melakukan kegiatan, pemakaian masker pelindung hidung dan mulut juga perlu dilakukan terutama bila berada di kerumunan orang, dan tidak mengunjungai pertenakan," paparnya.
MERS-CoV atau Middle East Respiratory Syndrome merupakan penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus korona.
Penyakit ini ditemukan pertama kali di Saudi Arabia pada September 2012 dan telah menyebar ke berbagai negara.
Sejauh ini, kasus MERS terjadi pada orang-orang yang melakukan perjalanan atau mereka yang menetap di Arab Saudi. Pasalnya, sumber infeksi MERS adalah unta. Penderita MERS umumnya mengalami demam, batuk, dan masalah pernapasan akut parah yang bisa menyebabkan kematian.
Hal tersebut tentu penting diwaspadai oleh jemaah haji Indonesia yang akan berangkat menunaikan ibadah haji ataupun ibadah umrah untuk menjaga diri dari penularan MERS. Apalagi, hingga saat ini belum ada vaksin atau pengobatan yang dapat secara efektif melawan MERS dan penyebarannya.
[wid/***]