Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

Pembangunan PLBN Di Perbatasan Papua Diapresiasi DPR

Laporan: Yayan Sopyani Al Hadi | Rabu, 10 Mei 2017, 10:38 WIB
Pembangunan PLBN Di Perbatasan Papua Diapresiasi DPR RMOL. Langkah-langkah Presiden Joko Widodo dalam membangun Papua, baik dari sisi infrastruktur maupun pemerataan ekonomi, mendapat apresiasi dari Senayan.

Apresiasi ini disampaikan langsung oleh anggota DPR Komisi XI, Maruarar Sirait, yang mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan kerja Lintas Nusantara dari Aceh, Kalimantan Selatan, Maluku Utara hingga Papua.

"Pak Jokowi membangun bangsa Indonesia sehingga bisa menjadi kuat dan berwibawa di mata negara-negara lain. Di perbatasan dengan Papua, terjamin keamanan juga terjadi transaksi ekonomi yang baik sehingga kesejahteraan rakyat meningkat," kata Maruarar (Rabu, 10/5).

Di Papua Jokowi meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Indonesia yang berada di Skow Wutung, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Selasa (9/5).

PLBN Terpadu Skouw dibangun hanya dalam jangka waktu satu tahun, sesuai Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2015 tentang Percepatan Pembangunan tujuh PLBN Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan. Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan keberadaan PLBN ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kegiatan ekonomi di perbatasan.

"Jangan berdiri kantor yang megah, tapi tidak memberikan efek ekonomi kepada masyarakat,” ujar Presiden.

Ia meminta pasar perbatasan dikembangkan menjadi pasar yang modern dan mengatakan telah memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono agar mempercepat pembangunan pasar siang dan malam.

Pasar modern tersebut juga diminta menambah jumlah los yang diperuntukkan khusus bagi pedagang asli Papua.

"Harus ada pembinaan sehingga mereka jangan hanya menjual sembako dan juga garmen tetapi bisa juga barang elektronik," kata Jokowi.

Sementara Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan, pasar perbatasan yang berada di Skouw, wilayah perbatasan RI-Papua Nugini setiap tahun berhasil meraup Rp 25,8 milliard bilai transaksi.

"Setiap tahun pasar yang 90 persen pembelinya adalah warga PNG meraup Rp 25,8 miliar," kata Gubernur Enembe.

Pasar yang berlokasi sekitar 200 meter dari PLBN Skouw menjual berbagai jenis komoditas baik garmen, barang-barang elektronik maupun kebutuhan sehari-hari dengan pembeli mayoritas warha PNG yang sengaja datang untuk berbelanja.

Perbatasan antara RI-PNG membentang 865 km dari utara hingga selatan Papua dan melintasi lima kota dan kabupaten. Kelima kota dan kabupaten di Papua yang berbatasan langsung dengan PNG itu adalah Kota dan Kabupaten Jayapura, Kabupaten Pegunungan Bintang, Boven Digul dan Kabupaten Merauke. [ysa]

1xx

Kolom Komentar

Artikel Lainnya

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)