Pemerintah Diimbau Perhatikan Sarpras Penunjang UNBK Di Daerah
Laporan: Widian Vebriyanto | Rabu, 26 April 2017, 14:48 WIB

Sarana dan prasarana (sarpras) penunjang kegiatan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2017 di daerah masih kurang.
Setidaknya hal itu sebagaimana temuan Tim Kunjungan Spesifik Komisi X DPR saat meninjau kesiapan pelaksanaan UNBK 2017 tingkat SMP/sederajat di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Anggota Komisi X DPR Zainul Arifin yang ikut dalam tim itu mengatakan bahwa sarpras utama penunjang kegiatan UNBK, yaitu komputer, masih belum menunjang di Kalimantan Selatan.
"Padahal, tahun ini pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendorong pelaksanaan Ujian Nasional harus melalui perangkat elektronik, yakni berbasis komputer," ucap Zainul usai meninjau kesiapan UNBK di SMPN 1 Kertak Hanyar, Banjar, Kalsel, Jumat (21/4).
Untuk itu, politisi PKB itu mengimbau kepada pemerintah untuk lebih serius menangani sekolah-sekolah di seluruh pelosok wilayah di Indonesia dalam rangka peningkatan sarpras penunjang kesuksesan UNBK tingkat SMP tahun 2017. Bukan hanya memperhatikan sarpras sekolah di kota-kota besar saja.
"Permasalahan ini tentunya akan kami sampaikan kepada Pemerintah terkait, agar setelah kunjungan ini kesiapan UNBK bisa mencapai minimal berkisar 60 sampai 70 persen. Nah harapan Komisi X agar di tahun berikutnya kekurangan sarpras ini bukan menjadi penghalang tingkat kelulusan bagi sekolah-sekolah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di seluruh Indonesia," ungkap politisi asal dapil Kalsel I ini dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (26/4).
Pelaksanaan UNBK tingkat SMP/MTs akan dilaksanakan dalam dua gelombang yakni pada tanggal 2 hingga 4 Mei dan 15 Mei serta 8 hingga 10 Mei dan 16 Mei mendatang.
Adapun kunjungan ini turut dihadiri oleh Ridwan Hisjam (F-PG), Wiryanti Sukamdani (F-PDIP), Ida Bagus Putu Sukarta dan Iwan Kurniawan ( F-Gerindra), Anita Jacoba (F-Demokrat), dan Lathifah Shohib (F-PKB).
[ian]