DPR Minta TNI AU Tingkatkan Kualitas Menjaga Kedaulatan NKRI
Laporan: Widian Vebriyanto | Senin, 10 April 2017, 07:37 WIB

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI Angkatan Udara (AU) ke-71 tahun ini berlangsung cukup meriah. Jajaran Prajurit TNI AU Menampilkan beragam atraksi di depan khalayak masyarakat umum dan menunjukkan kekuatan TNI Angkatan Udara Indonesia yang membanggakan.
Begitu puji Ketua DPR RI Setya Novanto menanggapi perayaan HUT TNI AU ke-71 yang digelar kemarin.
"Mewakili Pimpinan dan Anggota DPR RI, saya mengucapkan Dirgahayu TNI AU. Sebagai penjaga kedaulatan di matra udara, TNI AU memang memperoleh beban yang tidak ringan. Tantangan dan ancaman saat ini cukup dinamis dan kompleks. Karena itu, saya sangat mengapresiasi pernyataan Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dalam sambutannya yang meminta seluruh anggota TNI AU mengintropeksi diri terkait kesiapan dalam menjalankan tugas dan fungsinya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (10/4).
Tantangan masa depan memang cukup berat, namun begitu Novanto yakin kinerja Kepala Staf TNI AU beserta seluruh jajarannya mampu memberi solusi dan bekerja dalam rangka menjalankan fungsi dan tugasnya. Sebagai bukti, meski terbilang cukup baru sejak saat dilantik sebagai Kepala Staf, Marsekal TNI Hadi Tjahajanto mampu membangun konsep-konsep yang terbilang futuristik demi peningkatan kualitas kinerja TNI AU.
"Tentu saja gagasan-gagasan peningkatan kinerja terus harus didukung anggaran yang memadai di bidang alat utama sistem persenjataan (alutsista). Sebagai wakil rakyat dan sebagai Ketua DPR RI, saya mendukung sepenuhnya gagasan-gagasan TNI AU saat ini. Demi menjaga kedaulatan NKRI di udara, DPR RI tentu akan memberi dukungan penuh," lanjut ketua umum Partai Golkar itu.
TNI AU diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kapasitasnya sebagai penjaga kedaulatan di usia yang ke-71 tahun.
"Di usia yang tidak lagi terbilang muda, kita berharap segala tantangan dan dinamika kedirgantaraan kita mampu terakomodasi dengan kinerja solutif demi kepentingan bangsa dan negara dan cita-cita pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla," pungkasnya.
[ian]