Pemanfaatan Panas Bumi Perlu SDM Dan Teknologi Memadai
Laporan: | Selasa, 04 April 2017, 18:10 WIB

Energi panas bumi atau gheotermal kelak bisa menjadi energi andalan masa depan di Indonesia. Untuk itu, butuh sumber daya manusia (SDM) dan akses teknologi memadai agar energi ramah lingkungan bisa terus berkembang.
"Energi panas bumi bisa menjadi sektor andalan apabila ditunjang oleh teknologi yang handal, SDM yang kompeten, serta manajemen yang baik," ujar Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto dalam keterangannya, Selasa (4/4).
Pada Jumat lalu (31/3), Agus berkesempatan meninjau PLTP Sarulla dengan kapasitas 110 Megawatt, tepatnya di wilayah kerja panas bumi Gunung Sibual-bual Pahae Jae yang sudah beroperasi sejak 18 Maret lalu.
Setelah sukses mengoperasikan unit satu, rencananya pada akhir tahun ini akan dilanjutkan dengan pengoperasian unit dua dan unit tiga pada awal 2018.
"Kami berharap kunjungan delegasi hari ini dapat mendorong pengembangan energi panas bumi, sehingga dapat mencapai target pengembangan yang telah dicanangkan bersama," harap Agus.
Menurutnya, kebutuhan energi nasional terus meningkat dari tahun ke tahun. Saat ini, energi nasional masih mengandalkan energi fosil dan batubara.
"DPR RI melihat sudah saatnya Indonesia dapat memaksimalkan pengembangan potensi energi terbarukan untuk mengimbangi kebutuhan energi saat ini. Hal ini sejalan dengan nawacita yang diamanatkan Presiden Joko Widodo tentang program prioritas pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW dalam rangka memenuhi energi listrik nasional," papar Agus. [wah]
Pemanfaatan Panas Bumi Perlu SDM Dan Teknologi Memadai
RMOL. Energi panas bumi atau gheotermal kelak bisa menjadi energi andalan masa depan di Indonesia. Untuk itu, butuh sumber daya manusia (SDM) dan akses teknologi memadai agar energi ramah lingkungan bisa terus berkembang.
"Energi panas bumi bisa menjadi sektor andalan apabila ditunjang oleh teknologi yang handal, SDM yang kompeten, serta manajemen yang baik," ujar Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto dalam keterangannya, Selasa (4/4).
Pada Jumat lalu (31/3), Agus berkesempatan meninjau PLTP Sarulla dengan kapasitas 110 Megawatt, tepatnya di wilayah kerja panas bumi Gunung Sibual-bual Pahae Jae yang sudah beroperasi sejak 18 Maret lalu.
Setelah sukses mengoperasikan unit satu, rencananya pada akhir tahun ini akan dilanjutkan dengan pengoperasian unit dua dan unit tiga pada awal 2018.
"Kami berharap kunjungan delegasi hari ini dapat mendorong pengembangan energi panas bumi, sehingga dapat mencapai target pengembangan yang telah dicanangkan bersama," harap Agus.
Menurutnya, kebutuhan energi nasional terus meningkat dari tahun ke tahun. Saat ini, energi nasional masih mengandalkan energi fosil dan batubara.
"DPR RI melihat sudah saatnya Indonesia dapat memaksimalkan pengembangan potensi energi terbarukan untuk mengimbangi kebutuhan energi saat ini. Hal ini sejalan dengan nawacita yang diamanatkan Presiden Joko Widodo tentang program prioritas pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW dalam rangka memenuhi energi listrik nasional," papar Agus. [wah]
Pemanfaatan Panas Bumi Perlu SDM Dan Teknologi Memadai
RMOL. Energi panas bumi atau gheotermal kelak bisa menjadi energi andalan masa depan di Indonesia. Untuk itu, butuh sumber daya manusia (SDM) dan akses teknologi memadai agar energi ramah lingkungan bisa terus berkembang.
"Energi panas bumi bisa menjadi sektor andalan apabila ditunjang oleh teknologi yang handal, SDM yang kompeten, serta manajemen yang baik," ujar Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto dalam keterangannya, Selasa (4/4).
Pada Jumat lalu (31/3), Agus berkesempatan meninjau PLTP Sarulla dengan kapasitas 110 Megawatt, tepatnya di wilayah kerja panas bumi Gunung Sibual-bual Pahae Jae yang sudah beroperasi sejak 18 Maret lalu.
Setelah sukses mengoperasikan unit satu, rencananya pada akhir tahun ini akan dilanjutkan dengan pengoperasian unit dua dan unit tiga pada awal 2018.
"Kami berharap kunjungan delegasi hari ini dapat mendorong pengembangan energi panas bumi, sehingga dapat mencapai target pengembangan yang telah dicanangkan bersama," harap Agus.
Menurutnya, kebutuhan energi nasional terus meningkat dari tahun ke tahun. Saat ini, energi nasional masih mengandalkan energi fosil dan batubara.
"DPR RI melihat sudah saatnya Indonesia dapat memaksimalkan pengembangan potensi energi terbarukan untuk mengimbangi kebutuhan energi saat ini. Hal ini sejalan dengan nawacita yang diamanatkan Presiden Joko Widodo tentang program prioritas pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW dalam rangka memenuhi energi listrik nasional," papar Agus.
[wah]