Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

Parlemen Indonesia Dan Bahrain Jalin Kerjasama Bilateral

Laporan: | Kamis, 30 Maret 2017, 15:24 WIB
Parlemen Indonesia Dan Bahrain Jalin Kerjasama Bilateral

Setya Novanto-Ahmed bin Ibrahim Rashed Almulla/Net

Ketua DPR RI Setya Novanto menerima kedatangan rombongan Parlemen Bahrain untuk membahas kerjasama bilateral.

DPR RI dan Parlemen Bahrain sepakat bekerja sama dalam mempromosikan kedamaian dan kesejahteraan umat manusia di dunia. Termasuk, masalah terorisme internasional.

Selain itu, kedua parlemen juga sepakat meningkatkan kerjasama ekonomi bilateral bagi kemajuan negara masing-masing, termasuk peningkatan kerjasama investasi di bidang energi dan ketenagakerjaan.

"TKI kita di Bahrain cukup besar, ada 300 ribu. Kita telah melakukan UU perlindungan TKI, untuk itu kami apresiasi kepada pemerintah Bahrain yang telah berupaya memberi perlindungan kepada TKI kita di sana," kata Setya Novanto di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Kamis, (30/3).

Dalam pertemuan ini, kedua perwakilan parlemen menandatangani MoU yang bertujuan memperkuat kerjasama di bidang pertukaran anggota parlemen dan membentuk grup kerjasama parlemen.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Parlemen Bahrain Ahmed bin Ibrahim Rashed Almulla menyampaikan rasa terima kasih kepada Indonesia atas sambutan hangat kepada delegasi negara Timur Tengah ini.

Ia menjelaskan, nota kesepahaman yang diteken olehnya dan Setya Novanto dimaksudkan untuk memperkuat kerjasama parlemen kedua negara dan mendukung upaya bidang ekonomi dan investasi.

"Kita juga bertukar pikiran dan konsultasi dalam menghadapai persoalan dunia. Dan kita juga akan mengkonkretkan kerjasama ini dalam bentuk kunjungan anggota dan pimpinan parlemen," urainya.

"Dan juga melakukan pertukaran ahli dan pengalaman serta kordinasi di bidang internasional," imbuhnya.

Menurutnya, Indonesia dan Bahrain telah sepakat untuk menolak terorisme dan intervensi asing dalam urusan dalam negeri.

"Kita juga menolak politisasi HAM. Bahrain juga menghadapi persoalan terorisme seperti Indonesia. Kita juga hadapi intervensi asing dalam persoalan dalam negeri," ungkapnya. [ian]
1xx

Kolom Komentar

Artikel Lainnya

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)