DPR Minta Kerusakan Terumbu Karang Raja Ampat Diusut Tuntas
Laporan: Widian Vebriyanto | Rabu, 15 Maret 2017, 10:49 WIB

Kerusakan terumbu karang di Raja Ampat, Papua Barat, akibat kapal Caledonian Sky yang kandas harus diselidiki sampai tuntas.
Seruan itu sebagaimana disampaikan anggota Komisi IV DPR RI Rahmad Handoyo yang mengaku menyesalkan insiden tersebut. Apalagi daerah Raja Ampat adalah kawasan konservasi dengan keadaan alam yang sangat indah yang tidak ternilai harganya.
"Perlu diselidiki, mengapa kapal pesiar itu sampai kandas di perairan yang dangkal. Harus diselidiki, apakah ini akibat keteledoran sang nakhoda atau hal lain," tegas Rahmad Handoyo dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Rabu (15/3).
Politisi PDIP ini meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dan Kementerian Kemaritiman untuk mengambil langkah dalam penyelamatan kerusakan terumbu karang seluas 1.600 meter persegi serta bersikap tegas kepada pihak kapal pesiar.
Dia berujar, kemampuan menjaga dan juga merawat dari pengelola, dalam hal ini Pemkab Raja Ampat juga harus ditingkatkan.
"Karena sebelumnya sudah pernah ada, kejadian yang merusak terumbu karang oleh tangan-tangan jahil," pungkas Rahmad.
Kerusakan luar biasa terjadi pada terumbu karang di Raja Ampat yang diakibatkan kandasnya kapal Caledonian Sky asal Inggris yang berbendera Bahama pada saat perjalanan ke Pulau Waigeo pada 4 Maret 2017.
Kapal sepanjang 90 meter menabrak salah satu terumbu karang di Raja Ampat, Papua Barat, sehingga terumbu karang mengalami rusak parah. Berdasarkan hasil kajian Conservation International, luas yang mengalami kerusakan mencapai 13.500 meter persegi.
[ian]