Ketajaman Intelijen Penting Untuk Mencegah Jaringan Teroris
Laporan: | Senin, 12 Desember 2016, 07:58 WIB

. Kalangan DPR mengapresiasi aparat kepolisian yang telah menangkap empat orang terduga pelaku teroris yang berencana meledakkan bom Istana Merdeka saat momen pergantian jaga Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
"Kita mengapresiasi kinerja polisi yang bisa menangkap pelaku mengunkap jaringan dan barang bukti yang katanya berdaya ledak tinggi dengan radius efek sekitar 300 meter," kata Anggota Komisi III DPR, Sufmi Dasco Ahmad dalam keterangan persnya, Senin (11/12).
Terduga teroris yang ditangkap Tim Densus 88 Polri di kawasan Bintara Jaya, Bekasi, Jawa Barat, adalah terkait jaringan Jamaah Anshar Khalifah Daulah Nusantara (JAKDN). Mereka yang ditangkap berinisial NS, AS, DYN, dan SY. DYN merupakan seorang perempuan yang diduga akan menjadi calon 'pengantin'.
"Kalau melihat teroris ini adalah jaringan lama yang terus menghidupkan sel-selnya tanpa henti dan sekarang tanpa memilih lelaki atau perempuan untuk martir dan tidak menutup kemingkinan bila tidak dihentikan anak di bawah umur dapat dijadikan pengantin," ujar Dasco.
Untuk itu, lanjut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini, berharap aparat keamanan untuk mengandalkan tindakan preventif dengan mengandalkan ketajaman intelijen untuk mencegah berkembangnya jaringan teroris.
"(Agar) polisi dapat mencegah berkembangnya sel-sel teroris dan ditambah kewaspadaan masyarakat untuk perduli pada komunitas lingkungan bila ada orang baru yang mencurigakan semoga semua pihak dapat bekerja sama untuk menuntaskan jaringan teroris diwilayah NKRI," pungkas Dasco.
[rus]