Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

Jazuli Juwaini: Aksi 4 November Akan Kondusif Jika Pendemo Bertemu Presiden

Laporan: | Sabtu, 05 November 2016, 12:45 WIB
Jazuli Juwaini: Aksi 4 November Akan Kondusif Jika Pendemo Bertemu Presiden

Jazuli Juwaini/Net

. Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI, Jazuli Juwaini mengaku sangat menyesalkan terjadinya sedikit insiden yang terjadi di sisa Aksi 4 November, di Jakarta, Jumat malam (4/11).

Menurut Jazuli, ada beberapa kemungkinan pemicunya. Pertama, para pendemo kecewa karena tiadak bisa bertemu Presiden Joko Widodo.

"Sebenarnya andai Presiden menemui, mereka tidak akan macam-macam. Maka justru sangat positif dan kondusif," ujar Anggota Komisi I DPR ini kepada wartawan, Sabtu (5/11).

Bagaimana tidak, lanjutnya, hal itu terbukti ketika utusan mereka diterima Wapres Jusuf Kalla, tuntutan mereka sama sekali tidak berubah. Tuntutan mereka hanyalah meminta penegakkan hukum atas kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Kemungkinan kedua, jelas Jazuli, adanya penyusup dan provokator. Pasalnya, kejadian insiden pergesekan tersebut terjadi pada malam hari.

"Saya pernah wanti-wanti agar demonstran waspada begitupula aparat jangan pukul rata, harus mampu mendeteksi dengan teliti, mana provokator dan mana demonstran. Kalau aparat salah mengidentifikasi dan menangani ini bisa fatal akibatnya," jelasnya.

Yang ketiga, tambahnya, baik demonstran maupun aparat terpancing oleh provokator. Yang ahirnya kedua belah pihak tidak bisa menahan diri maka terjadilah rusuh itu.

"Disini saya sudah menghimbau pada demonstran agar mampu menahan diri niat baik dan suci jangan sampai ternoda oleh provokator," bebernya.

Begitupula, lanjutnya, aparat mestinya tidak terpropvokasi dengan mudah. Harus cermat dan lebih bijak. Pasalnya yang demo sesungguhnya merupakan rakyat, warga negara, dan saudara sebangsa dan tanah air sendiri.

"Jadi jangan pakai represif menghadapinya. Kalau ada yang provokasi yag ambil yang provokasi itu, cegah agar tidak meluas," imbuh Jazuli. [rus]
1xx

Kolom Komentar

Artikel Lainnya

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)