Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

Fahri Hamzah: Indonesia Perlu Perhatikan Kawasan Asia Tengah

Laporan: Ruslan Tambak | Selasa, 01 November 2016, 04:33 WIB
Fahri Hamzah: Indonesia Perlu Perhatikan Kawasan Asia Tengah

Fahri Hamzah/Net

. Indonesia harus memberikan dukungan kepada negara-negara di kawasan Asia Tengah untuk dapat menjadi alternatif kawasan yang damai, tenteram dan sukses. Sebab di tempat lain, seperti negara-negara Timur Tengah, cenderung mengalami trend kegagalan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah usai menerima kunjungan Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia Shavkat Jamolov, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/10).

"Negara di wilayah Asia Tengah bisa kita bantu menjadi kawasan yang sukses, Indonesia harus punya pandangan terhadap hal ini. Saya memberikan support dan semangat kepada Duta Besar Uzbekistan, DPR sangat mendukung transisi demokrasi mereka. Sebab kita juga pernah mengalami pengalaman masa transisi seperti mereka," ujar Fahri.

Menurutnya, penting bagi Indonesia untuk punya pemahaman yang baik tentang Asia Tengah, terutama Uzbekistan dan kota-kota pentingnya yang terkenal dalam sejarah, supaya tidak mempunyai perspektif yang sempit tentang agama dan ilmu pengetahuan.

"Kadang kita berfikir sempit akibat pengetahuan sejarah yang dimiliki juga sempit. Saya harapkan mudah-mudahan Uzbekistan bisa sukses menjadi negara demokrasi yang maju, sehingga rakyatnya dapat hidup dalam keadaan damai, merdeka, dan makmur, serta dapat menikmati hasil pembangunan yang telah mereka lakukan," ucapnya.

Fahri juga mengatakan, Indonesia perlu punya perhatian yang baik kepada negara di kawasan Asia Tengah, karena Asia Tengah merupakan wilayah yang dahulunya jarang disebut, akibat tenggelam di bawah dominasi Uni Soviet. Sekarang setelah 25 tahun pasca runtuhnya Uni Soviet, Asia Tengah telah tumbuh menjadi negara-negara yang independen.

Salah satu hal yang menarik adalah karena semua penduduk Uzbekistan mayoritas muslim, lanjutnya, dalam sejarahnya Asia Tengah merupakan simbol dari puncak-puncak kemajuan ilmu pengetahuan dan sains. Sehingga saintis generasi awal terutama di kalangan ulama Islam, seperti Imam Bukhari dan lain sebagainya, adalah berasal dari kawasan tersebut.

"Saya mendapatkan undangan resmi dari Ketua KPU Uzbekistan, untuk menjadi peninjau di dalam pelaksanaan Pemilu Presiden, setelah wafatnya Presiden pertama Uzbekistan. Karena sejak mendapatkan kemerdekaan pasca runtuhnya negara Uni Sovyet pada tahun 1991, selama kurun waktu 25 tahun yang memimpin adalah Presiden pertamanya. Mereka meminta saya untuk menjadi delegasi yang menyaksikan Pemilu Presiden mereka," pungkas Fahri. [rus]
1xx

Kolom Komentar

Artikel Lainnya

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)