Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

Ditunggu, Gebrakan Pemerintah untuk Swasembada Kedelai

| Kamis, 27 Oktober 2016, 14:49 WIB
Ditunggu, Gebrakan Pemerintah untuk Swasembada Kedelai

Sulaiman Hamzah/Fraksi Nasdem DPR

Kementerian Pertanian dianggap berhasil dalam meningkatkan produktivitas empat komoditas  penting seperti beras, jagung, cabai, dan bawang merah.

Empat komoditas ini sering dinilai sebagai faktor meningkatnya inflasi.  

Namun hal itu diklaim tidak akan terjadi. Menteri Pertanian Amran Sulaiman bahkan menegaskan, dalam beberapa bulan ke depan tidak akan terjadi kenaikan harga yang berarti karena stok melimpah dan aman sampai bulan Maret 2017.

"Kementan agaknya lupa bahwa komoditas kedelai sama pentingnya dengan komoditas pangan lainnya," kritik anggota Komisi IV Sulaiman Hamzah.

Sulaiman mengatakan, sebagian besar kedelai di negara ini masih impor dan angkanya terus meningkat. Tahun 2015 saja, menurut politisi asal Papua ini, defisit kedelai mencapai 1,5 juta ton.

"Sebenarnya kan Presiden Jokowi ingin swasembada itu untuk padi, jagung, dan kedelai (Pajali). Khusus untuk kedelai ini yang harus dikejar. Konsumsi per tahunnya sangat besar. Jawa masih menduduki peringkat pertama konsumen terbesar, tapi tren itu menjalar ke seluruh wilayah," papar Sulaiman seperti dikutip dari rilis pers Fraksi Nasdem, Kamis (27/10).

Menurut Sulaiman, banyak mitos yang jadi penghambat untuk mencapai swasembada kedelai. Salah satunya adalah ketidakcocokan kedelai dengan kondisi tanah dan iklim di Indonesia. Padahal ilmu pengetahuan dan teknologi sudah sangat maju kini.

Baginya, keberadaan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) dari Kementerian Pertanian harus bisa dioptimalkan agar segera ditemukan varietas kedelai yang pas untuk ditanam di Indonesia.

"Jadi tidak ada lagi dalih untuk terus impor kedelai," tegasnya.[wid] 
1xx

Kolom Komentar

Artikel Lainnya

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)