Belajar Dari Banjir Bandang Garut, Pemda Harus Perhatikan Rencana Tata Ruang
Laporan: | Jumat, 23 September 2016, 00:52 WIB

. Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan mengaku merasa prihatin dengan terjadinya bencana banjir bandang yang terjadi di Garut dan Sumedang, Jawa Barat pada Senin lalu (20/9).
"Yang pasti kita merasa prihatin dengan banjir bandang yang terjadi di Garut kemudian di Sumedang," ujarnya kepada wartawan ketika ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/9).
Menurut dia, terjadinya banjir bandang tidak terlepas dari geografis daerah tersebut yang hutannya kian gundul.
"Yang kedua, daerah resapan dalam cathment area itu harus dijaga betul," lanjutnya.
Kemudian, Taufik juga memperingatkan agar pemerintah daerah terdampak untuk benar-benar memperhatikan peta tata ruang.
"Jangan sampai kaitannya dengan peruntukan peta masalah penataan ruang itu menjadi hal yang mudah dilanggar," tegasnya.
Karena menurutnya penataan ruang yang tidak terkontrol daerah resapannya akan mempermudah terjadinya bencana itu sendiri.
Kemudian, Wakil Ketua Umum PAN ini mengakui bahwa pemerintah pusat tanggap dengan segera turun tangan dengan mendirikan posko-posko untuk menolong para korban.
"BNPB dan BPBD juga mulai berporses untuk melakukan pendirian tanggap-tanggap darurat maupun tenda darurat juga disitu, sehingga harapannya kita untuk segera bisa mengatasi ini dan kita himbau terutama perhatiannya berkaitan dengan masalah korban yang ada di kerusakan di rumah sakit," jelasnya.
"Rumah sakit itu menjadi tidak berfungsi, itu sangat memprihatinkan sekali, sehingga kami mengharapkan ada tim pemerintah pusat dapat berkoordinasi dengan baik dengan BPBD setempat dan dengan berbagai instansi yang ada di Garut maupun yang di Sumedang," tukas Taufik menutup komentarnya.
[rus]