Kantongi 30 Suara, Bahrullah Akbar Terpilih Lagi Sebagai Anggota BPK
Laporan: | Kamis, 22 September 2016, 03:08 WIB

. Bahrullah Akbar kembali terpilih sebagai anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dia berhasil menang telak atas 21 calon anggota BPK lainnya yang mengikuti
fit and proper test alias uji kelayakan dan kepatutan di DPR.
Terpilih kembalinya anggota BPK periode 2011-2016 diputuskan dalam rapat internal Komisi XI DPR, Rabu malam (21/8). Dari 56 suara anggota Komisi XI DPR, Bahrullah mengantongi 30 suara. Di bawahnya ada Abdul Latif dengan 17 suara dan Anggito Abimanyu sebanyak 9 suara. Sedangkan 19 calon anggota BPK lainnya tidak mendapatkan suara sama sekali.
Sebelum rapat ini, Komisi XI menggelar
fit and proper test secara maraton dari Senin sampai Rabu. Awalnya, ada 24 calon yang akan ikut. Namun, dalam proses seleksi di hadapan dewan, hanya 22 orang yang datang. Dua orang lainnya memilih mengundurkan diri.
Setelah mengetes semua calon, Komisi XI menggelar rapat internal untuk menentukan satu calon yang akan menempati satu kursi kosong di BPK. Karena tidak tercapai kesepakatan secara aklamasi, keputusan diambil melalui mekanisme voting.
Wakil Ketua Komisi XI DPR Hafiz Tohir menyatakan, voting ini diambil karena ada perbedaan di fraksi-fraksi. "Pada level tersebut, kami tidak bisa memaksakan pengambilan keputusan dengan musyawarah. Sehingga akhirnya floor meminta untuk mengambil voting," terang politisi PAN ini.
Dengan terpilihnya kembali Bahrullah, Hafiz berharap BPK ke depan tidak hanya mengaudit keuangan korporasi ataupun pemerintah. BPK juga harus bisa mengaudit kinerja.
"Selama ini, BPK hanya melihat ada tidaknya kerugian keuangan negara. Padahal, masalah keungan itu ada hulunya. Hulunya ini kan pada kinerja. Kalau kinerjanya baik, tentu keuangannya pun berpotensi baik," jelasnya.
Ketua Komisi XI DPR Melcias Markus Mekeng optimis dengan kinerja Bahrullah ke depan. Sebab, selain petahana, Bahrullah juga memiliki program yang bisa meyakinkan kembali komisi XI DPR.
"Dia kan petahana. Tentu tahu apa tugas dan apa yang harus dilakukannya. Dia tinggal meneruskan saja," ucap politisi Golkar ini.
Mekeng hanya berpesan agar Bahrullah bisa meningkatkan kualitas kerja BPK agar tidak ada lagi hasil audit dipertentangkan. Selain itu, BPK juga diharapkan lebih tegas dalam mengambil langkah usai menyelesaikan pemeriksaannya.
"Di antaranya dengan cara menyurati institusi penegak hukum agar segera menindaklanjuti LHK (Laporan Hasil Pemeriksaan) BPK," tandasnya.
[rus]