Menteri Lukman Kembali Jadi Bulan-bulanan Dewan
Harian Rakyat Merdeka | Senin, 22 Agustus 2016, 09:29 WIB
Lukman Hakim Saifuddin/Net

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin kembali jadi bulan-bulanan anggota DPR. Kali ini, penyebabnya adalah ada 177 jamaah haji Indonesia yang ditangkap Imigrasi Filipina karena menggunakan paspor negara tersebut.
Dalam penyelenggaraan haji tahun ini, kinerja Menteri Lukman memang banyak disoÂrot Dewan. Sebelum masalah paspor Filipina ini, Dewan juga mengaku kecewa dengan adanya keterlambatan visa untuk jamaah haji gelombang pertama.
Untuk mengenai 177 jamaah yang menggunakan paspor Filipina, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mujahid meÂnyebut, hal itu terjadi karena lemahnya pengawasan Menteri Lukman ke travel-travel peÂnyelenggara haji. Lukman juga dianggap tidak mampu memÂberikan edukasi ke masyarakat manajemen haji.
"Harusnya Menteri Agama bisa memberikan edukasi keÂpada masyarakat untuk hati-hati dalam memilih travel. Sebab, penipuan haji dalam berbagai bentuk sering terjadi, baik di daÂlam negeri atau seperti sekarang dengan melibatkan kuota luar negeri," ucapnya, tadi malam.
Namun, Sodik tidak mau hanya menyalahkan Menteri Agama. Dia juga menyorot aparat penegak hukum yang terlihat lemah dalam mengawasi gerak-gerik penipu dalam penyeÂlenggaraan haji.
"Lihat saja, aparat sering keÂcolongan dalam mengantisipasi penipuan dalam penyelenggaÂraan haji. Pengawasan terhadap oknum-oknum travel lemah. Akhirnya, jamaah yang mau ibadah malah menjadi korban," ucapnya.
Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq ikut mengÂhakimi Menteri Agama. Atas kejadian itu, dia memastikan komisinya bakal segera meÂmanggil Menteri Agama untuk disidang di DPR.
"Pemalsuan paspor dan doÂkumen itu menjadi indikasi bahwa mafia travel memainkan peran penting dalam kasus ditangkapnya 177 jamaah haji Indonesia di Filipina. DPR akan memanggil Kementerian Agama soal travel dan Ditjen Imigrasi untuk minta penjelaÂsan soal pemalsuan dokumen imigrasi," ujar Maman. ***