Tim Independen Jangan Melintir di Tengah Jalan
Harian Rakyat Merdeka | Sabtu, 13 Agustus 2016, 10:21 WIB

Ketua DPR Ade Komarudin mengapresiasi pembentukan tim independen oleh Polri untuk mengusut testimoni gembong narkoba Freddy Budiman seperti dipaparkan Koordinator Kontras Haris Azhar. Politisi yang akrab disapa Akom ini berharap, tim tersebut bekerja dengan benar-benar objektif dan tidak meÂmelintir di tengah jalan.
"Tim ini harus benar-benar objektif dan independen. Intinya adalah informasi Pak Haris itu harus ditindaklanjuti suÂpaya menjadi terang benderang," ucapnya di Gedung DPR, keÂmarin.
Tim tersebut sudah dibentuk Mabes Polri sejak Senin lalu. Tim yang dipimpinan Irwasum Polri Komjen Dwi Priyatno ini beranggotakan 18 orang. Mereka terdiri atas Bareskrim Polri, Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Ketua Setara Institute Hendardi, anggota Kompolnas Poengky Indarti, dan pakar koÂmunikasi Universitas Indonesia Effendi Gazali. Tim ini sudah bergerak untuk menelusuri inÂformasi yang disampaikan Harus Azhar.
Akom berharap, tim indepenÂden bisa bekerja maksimal tanpa harus berhenti di tengah jalan ketika proses penyelidikan berÂlangsung. "Hasil dari tim indeÂpenden ini pastinya diharapkan bisa benar-benar objektif dan tidak dipelintir di tengah jalan," ucapnya.
Kata Akom, tim indepenÂden wajib bekerja dengan baik mengingat informasi yang disampaikan Haris cukup menusuk. Dalam tulisannya beberapa saat setelah Freddy Budiman diekÂsekusi mati, Haris menyebut ada oknum di BNN, TNI, dan Polri yang membantu bisnis narkoba.
Akom yakin, Haris tidak asal bunyi. Haris pasti memiliki fakta sehingga berani membeÂberkan hal itu. "Haris tidak akan mengambil risiko denÂgan menyampaikan itu kalau beliau tidak meyakini sesuatu yang dipertanggungjawabkan. Saya menginginkan hal itu suÂpaya terang-benderang, apa yang menjadi misteri dan apa yang dikatakan Haris," ucapnya.
Untuk menelusuri masalah ini, tim independen berencana memÂinta rekaman kamera CCTV perÂtemuan antara Haris Azhar dengan Freddy Budiman pada 2014 kepaÂda Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). "Kami akan meminta bantuan Kemenkumham," ujar Komjen Dwi Priyatno, di Markas Besar Polri, kemarin.
Saat ini, tim juga tengah menggali keterangan dari peÂnyidik di Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya. Hal tersebut untuk mengklarifikasi dugaan keterlibatan oknum di Polda Metro Jaya dalam jaringan bisnis Freddy. "Kami masih bekerja ya," imbuhnya.
Beberapa waktu lalu, anggota tim Poengky Indarti telah meÂmeriksa adik Freddy, Johny Suhendra, di Lapas Cipinang, Jakarta Timur. Selanjutnya, tim akan berangkat ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, pada Senin pekan.
"Kami akan konfirmasi ke beberapa orang yang hadir daÂlam pertemuan itu. Kami ingin membuktikan bahwa terjadi perÂtemuan Haris dengan Freddy," tandasnya. ***