Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

Visa Jamaah Haji Bermasalah, Menteri Lukman Diomelin DPR

Harian Rakyat Merdeka | Kamis, 11 Agustus 2016, 09:42 WIB
Visa Jamaah Haji Bermasalah, Menteri Lukman Diomelin DPR

Foto/Net

Penyelenggaran haji tahun ini kembali mendapat sorotan. Penyebabnya klasik, masalah visa jamaah yang terlambat. Gara-gara kondisi ini, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin harus rela kena omel Dewan.

Pemberangkatan jamaah haji tahun ini dimulai pada Selasa lalu. Namun, baru dua hari pemberangkatan, sudah banyak jamaah yang tidak bisa berangkat karena visanya ter­lambat. Jumlahnya juga merata di hampir semua wilayah, baik Jawa maupun luar Jawa.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid menyatakan, kondisi ini jelas mengecewakan. Sebab, gara-gara keterlambatan visa itu, bisa membuat beberapa jamaah terpisah dari keluarga dan rombongannya. Hal itu tentu berdampak pada psikis jamaah.

Politisi Gerindra ini mengaku heran masalah tersebut masih saja terjadi. "Padahal, sebelum reses, Kementerian Agama bilang baik-baik saja. Kenyataannya, masih banyak ditemukan masalah. Berarti, Kementerian Agama cuma bisa bilang baik-baik saja sedangkan dalam persiapan tidak bener," omelnya.

Sodik menuding, hal ini masih terjadi karena Kementerian Agama tidak profesional dalam menye­lenggarakan haji. Sebab, untuk masalah klasik saja, Kementerian Agama tidak bisa menyelesaikan­nya. "Kalau begini, penyeleng­garaan haji bisa lebih buruk dari tahun lalu," cetusnya.

Adanya keterlamabatan penerbitan visa juga membuat anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq khawatir penyelenggaraan haji tidak ber­jalan maksimal. Untuk itu, poli­tisi PKB ini mendesak Menteri Lukman segera berkoordinasi dengan Kedubes Arab Saudi di Jakarta agar segera menuntaskan masalah visa ini.

"Salah satu penekanan Komisi VIII telah meminta Kedutaan Besar Arab Saudi membantu Kementerian Agama. Untuk itu, Kementerian Agama harus terus melakukan koordinasi dan konfirmasi terkait visa jamaah haji," tegasnya.

Maman memastikan, pihaknya akan terus memelototi pelayanan Kementerian Agama dalam penyelenggaraan haji. Dia tidak ingin gara-gara pihak kemen­terian tidak profesional, ibadah haji para jamaah menjadi ter­ganggu.

Selain visa, kata Maman, ban­yak masalah yang sering terjadi dalam hal pelayanan. Rata-rata, masalah itu bersifat teknis dan birokratis. Namun, karena lam­bannya koordinasi, masalah tersebut sering terbengkalai.

"Misalnya ada jamaah tertinggal, jamaah yang identitasnya hilang, dan masalah kesehatan. Karena yang bertanggung jawab sepenuhnya adalah Kementerian Agama, maka itu harus ada komu­nikasi yang baik dalam menjalankan tiap regulasi," tandasnya.

Menteri Agama Lukman Hakin Saifuddin mengklaim, masalah visa untuk jamaah haji gelombang pertama sudah sele­sai. Yang belum tuntas adalah penerbitan visa untuk gelom­bang kedua.

"Pelaksanaan hajii sejauh ini berjalan dengan lancar. Jamaah haji gelombang pertama sudah diberangattkan dari 11 kloter tidak kurang dari 4.459 jamaah dari 9 embarkasi. Semua visa sudah diselesaikan. Kita tinggal tuntaskan (visa) untuk yang gelombang kedua, pertenga­han minggu ke 3 (Agustus) nanti," ucapnya usai membuka Festival Alquran di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), kemarin.

Kata Lukman, visa untuk ja­maah haji gelombang dua tengah diproses. Untuk jamaah haji gelombang pertama yang tidak mendapatkan visa, dipastikan masuk dalam pemberangkatan gelombang dua. "Saat ini kami tengah konsentrasi untuk gelom­bang satu," tandasnya. ***
1xx

Kolom Komentar

Artikel Lainnya

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)