KeÂmenÂterian Perhubungan
.Komisi V DPR meminta KeÂmenÂterian Perhubungan (KeÂmenÂhub) mengaudit transportasi pubÂlik guna mengurangi tingkat keÂcelakaan.
Anggota Komisi V DPR MahÂmudz Abdurahman mengaÂtakan, sudah tidak terhitung lagi berapa kecelakaan yang menimpa moda transportasi di Indonesia.
Untuk diketahui, Rabu (26/9) terjadi musibah tabrakan Kapal Ferry Bahuga Jaya dengan KaÂpal Norgas Cathinka di laut BaÂkauheni. Kemudian, Kamis (4/10) Kereta Rel Listrik (KRL) BoÂgor tujuan Jakarta anjlok di StaÂsiun Cilebut Bogor.
“KemenÂterian Perhubungan harus segera melakukan audit menyeluruh terhadap semua moÂda transporÂtasi, khususnya yang dikelola BUMN,†katanya.
Menurut Mahfudz, transporÂtasi yang dikelola BUMN meruÂpakan angkutan penumpang massal deÂngan skala penumpang yang beÂsar, misalnya KRL.
Dengan kejadian anjloknya KRL Bogor-Jakarta di areal StaÂsiun Cilebut, Bogor, sangat meÂngeÂjutkan, apalagi kejadiannya disaat jam-jam sibuk. “Belum lagi penumpang KRL Commuter Line di Jakarta dibeÂrikan kado kenaikan tarif. Tapi keÂnyataÂanÂnya, tingkat keÂnyaÂmanan yang diÂrasakan pengÂguna masih sangat jauh dari cukup,†kritiknya.
Dia menganggap audit diperÂluÂkan agar pemerintah mengeÂtahui kondisi transportasi publik apaÂkah layak atau tidak. Kalau ketiÂdakÂlayakkannya pada hal meÂnyangÂkut keselamatan, harus seÂgera diperbaiki. “Dan jika beÂlum bisa diperbaiki, maka sarana yang tak layak itu tidak boleh diopeÂrasikan,†tekannya.
Hal senada disampaikan angÂgota Komisi V DPR Saleh Husen. Menurut dia, dengan banyaknya kejadian kecelakaan transportasi publik dalam dua minggu ini suÂdah layaknya audit dilakukan.
“Audit itu harus dilakukan seÂcara menyeluruh oleh KemenÂterian Perhubungan guna memiÂnimalisir kecelakaan,†katanya.
Saleh juga meminta ada sanksi tegas yang diberikan terhadap operator yang terbukti tidak bisa merawat transportasi publiknya. Tapi, itu juga harus dibarengi deÂngan pemberian reward keÂpada operator yang berhasil merawat dan menjaga transÂportasi publik
“Mereka (operator) jangan haÂnya profit oriented, tapi baÂgaiÂmana meningkatkan pelaÂyanÂannya,†kata anggota Fraksi ParÂtai Hanura ini.
Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub Bambang S Ervan mengaku, pihaknya sudah melakukan audit transporÂtasi publik. “Kita lakukan setahun seÂÂkali dan berkala,†katanya keÂpada Rakyat Merdeka.
Menurut Bambang, audit terÂsebut dilakukan kepada direkÂtorat masing-masing. Sedangkan unÂtuk angkutan darat diserahkan kepada pemerintah daerah. [Harian Rakyat Merdeka]