Marzuki Alie
Ketua DPR Marzuki Alie tak berkutik dengan kelakuan anak buahnya yang kerap membolos saat sidang paripurna atau awal masuk setelah libur Lebaran.
Para wakil rakyat itu kerap beralasan mengurus rakyat dengan turun ke lapangan itu lebih penting dari pada harus selalu pergi ngantor.
“Itu sudah menjadi penyakit atau kebiasaan anggota DPR. Sepertinya ingin nambah libur kan. Padahal mereka punya tanggung jawab besar sebagai anggota DPR,†kata Ketua DPR Marzuki Alie kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.
Bagi anggota DPR yang bolos sudah ada sanksinya seperti yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 27 tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD alias MD3.
Dalam pasal 127 ayat 1 huruf C disebutkan, apabila anggota tidak hadir berturut-turut sebanyak enam kali dalam rapat atau dalam rapat alat kelengkapan yang sudah menjadi tugas dan kewajibannya tanpa alasan yang sah maka Badan Kehormatan dapat memeriksa anggota tersebut.
“Tetapi ketika mereka nggak hadir dalam rapat, mereka juga tidak mendapatkan sanksi dari partainya. Alasannya bermacam- macam,†ujarnya.
Berikut kutipan selengkapnya:
Sebagai pimpinan DPR bagaimana mengatasi hal itu?
Kami ini sering membicarakan soal absensi yang bagus untuk kehadiran. Tetapi ide absensi itu kan ditolak.
Alasannya anggota DPR ini bukan pegawai pabrik yang setiap hari harus masuk. Mereka bilang, sebagai wakil rakyat banyak urusan rakyat yang harus turun ke lapangan.
Padahal, kekantor itu bagian dari pada amanah rakyat. Turun ke lapangan itu sudah ada jadwalnya, seperti reses dan kunker. Tapi itulah parpol, politisi, akalnya banyak.
Anda bisa memecat anggota DPR yang sering bolos?
Ketua DPR ini nggak ada kewenangan. Itu wewenang Badan Kehormatan
Lho Anda Kan pimpinannya?
Saya sebagai ketua DPR tidak bisa disalahkan. Anggota DPR itu bukan anak buah saya. Yang berkuasa itu fraksi. Kalau fraksi nggak mampu, ya partainya dong.
Kalau banyak bolosnya tapi tidak berturut-turut bisa dipecat?
Kalau nggak berturut-turut ya nggak bisa. Aturannya memang seperti itu. Tapi sudah ada beberapa anggota yang dipecat akibat sering bolos atau tidak hadir dalam rapat secara berturut-turut.
Awal kerja setelah lebaran kan banyak yang bolos?
Biasanya seperti itu. Karena itu, harus ada perintah dari partainya agar anggotanya di DPR benar-benar bisa disiplin. Yang terjadi, partainya diam saja.
Anggota DPR itu kurang disiplin ya?
Orang itu akan disiplin dengan sendirinya kalau dia sadar bahwa datang untuk rapat bagian dari tanggung jawab. Tidak hanya kepada manusia tapi juga kepada Tuhan. Harusnya mereka itu takut.
Perlukah disusun aturan baru untuk mennagani bolos ini?
Kan sudah ada kode etiknya. Itu saja selalu debatebel. Nggak jelas definisi bekerja untuk rakyat itu apa. Kalau ada alasan, pasal itu bisa gugur. Mereka beralasan ke kantor ketika diperlukan saja. Padahal, ke kantor itu kan menjalankan fungsi sebagai anggota DPR. [Harian Rakyat Merdeka]