pramono anung/isr
Wakil Ketua DPR, Pramono Anung mengutuk keras penembakan oleh aparat Brimob terhadap warga Limbang Jaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, yang bersengketa lahan dengan PTPN VII.
"Saya mengutuk kenapa korbannya selalu anak-anak. Itu sangat-sangat disesalkan," ujar Pramono di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Senin, 30/7).
Untuk itu Pram meminta dalam Komnas HAM, Kepolisian dan pemerintah daerah melakukan investigasi.
"Saya dengar ada provokasi untuk yang bersangkutan. Sehingga yang menjadi korban masyarakat. Siapa yang melakukan provokasi, penembakan, harus mendapatkan hukuman seberat-beratnya," kecam Pramono.
"Yang jelas rekomendasi itu tidak dijalankan oleh polisi. Harus dilakukan investigasi terkait persoalan itu. Dan segera dibentuk tim untuk melakukan investigasi dalam persoalan itu termasuk melibatkan Komnas HAM," sambungnya.
Mengenai keterangan dari pihak Kepolisian yang menyatakan anggota Brimob tidak menggunakan peluru tajam, Pramono menilai itu hak kepolisian untuk membela anak buahnya.
"Selalu kecendrungan anak buah dilindungi atasannya itu berlaku di instansi manapun. Siapapun ini menjadi pembelajaran, apalagi dalam hal ini korabannya tidak tahu sama sekali. Seharusnya kasus di Bima bisa menjadi pelajaran yang luar biasa agar hal seperti ini tidak terulang lagi," harapnya.
Terkait sengketa lahan ini, Pram menilai, menunjukkan manajemen pertanahan belum berjalan dengan baik. [zul]