kedelai
Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Ja’far meÂminta pemerintah tidak terlena deÂngan hiruk-pikuk meroketnya (harÂga) dan kelangkaan kedelai. PemeÂrintah harus juga mencermati keterÂsediaan kebutuhan bahan pokok (sembako) menjelang lebaran.
“Tentu kami prihatin dengan terus melonjaknya harga kedelai sekarang ini. Tapi, pemerintah tidak boleh abai dengan harga sembako mengÂingat juga akan menghadapi lebaÂran,†katanya, kemarin.
Marwan mengingatkan, saat ini pemerintah juga perlu memantau dan mengendalikan kenaikan harga-harga sembako yang kian membumÂbung hingga menjelang Lebaran. SiÂdak terhadap pasar-pasar tradisional perlu dilakukan pejabat terkait, terÂmaÂsuk memeriksa dan menarik baÂrang-barang yang telah kedaluarsa.
“Intinya, pemerintah perlu bekerÂja keras lagi agar kebutuhan-kebuÂtuÂhan masyarakat pada puasa dan leÂbaran nanti tidak terkendala,†ujarnya.
Terkait meroketnya harga kedelai, lanjut Marwan, adalah bukti kegagaÂlan swasembada pangan. Target swaÂsembada kedelai pada 2014, nyaÂtaÂnya masih jauh dari panggang.
“Kedelai dalam negeri hanya mamÂpu memasok 800 ribu ton per tahun. Sementara tingkat kebutuhan konÂsumÂsi kedelai nasional mencapai 3 juta ton per tahun,†beber Marwan.
Ketua Fraksi PKB DPR ini meÂngatakan, sektor pertanian komoditi kedelai perlu segera mendapat perÂhatian khusus agar ke depan kita tiÂdak bergantung lagi dengan kedelai imÂpor, atau setidaknya mengurangi angÂka impor.
“Caranya adalah dengan pengemÂbangan petani kedelai lokal yang kuaÂlitasnya setara dengan kedelai imÂpor. Pengembangan ini pastinya perlu dibarengi teknologi pertanian yang canggih, moderen, efisien, dan ramah lingkungan,†tandasnya.
Marwan Ja’far menambahkan, peÂmerintah juga perlu memperÂtimÂbangÂkan secara matang usulan pengÂÂhapuÂsan bea masuk impor dari 5 persen menjadi 0 persen. Jika penghapusan itu benar-benar demi kepentingan rakyat dan keberlangsungan stabilitas nasional, kata dia, tidak ada salahnya dihapus menjadi 0 persen. [Harian Rakyat Merdeka]