Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

Pramono akan Ikut Demo kalau Tahu dan Tempe Hilang dari Pasaran

Laporan: | Selasa, 24 Juli 2012, 14:47 WIB
Pramono akan Ikut Demo kalau Tahu dan Tempe Hilang dari Pasaran

pramono anung

Wakil Ketua DPR, Pramono Anung berjanji akan turut serta berunjuk rasa bila tahu dan tempe langka di pasaran karena mahalnya harga kedelai.

"Kalau tempe tahu hilang di pasaran, saya termasuk yang akan ikut demo. Karena saya penggemar tempe," ucap Pramono di gedung Nusantara III, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (Selasa, 24/7).

Dikatakan Pramono, seharusnya pemerintah dalam hal ini Menteri Perdagangan Gita Wirjawan bisa mengatasi masalah itu impor kedelai, yang menjabat bahan utama pembuatan tahu tempe tersebut.

"Biaya impornya kan menjadi beban sehingga harga menjadi naik, dan menjadi langka. Sehingga ini membuat pengusaha tahu dan tempe kesulitan produksi karena harganya semakin mahal,” paparnya.

Berarti pemerintah gagal melakukan swasembada pangan?

"Ini sederhana lah. Kemarin saya tidak sengaja melihat statemen Menko (Perekonomian, Hatta Rajasa), yang meminta kepada Menteri perdagangan untuk memberikan laporan. Sudahlah jangan menunggu laporan, langsung saja ambil kebijkan," jawabnya.

Apalagi, kelangkaan keledai ini terjadi hampir setiap menjelang Lebaran dan di bulan Ramadhan. Karena itulah dia mempertanyakan kenapa pemerintah tidak mengambil langkah khusus.

"Kan ini kewenangan sepenuhnya pemerintah. Misalnya menurunkan biaya impor untuk kedelai. Kalau itu dilakukan akan segera selesai," simpulnya.

Siang ini, para pengusaha tempe dan tahu menggelar unjuk rasa di Bogor. Mereka meminta pemerintah untuk menurunkan harga keledai, yang kenaikannya mencapai 75 persen. [zul]

1xx

Kolom Komentar

Artikel Lainnya

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)