BBM DIBATASI
Marzuki Alie: Apapun Langkah Pemerintah Pasti Kontroversial
Laporan: | Senin, 23 April 2012, 19:18 WIB
MOBIL MEWAH ISI PREMIUM/IST
RMOL. Apapun langkah pemerintah untuk mengurangi subsidi BBM bakal memuncukan kontroversi.
Demikian dikatakan Ketua DPR Marzuki Alie kepada wartawan di gedung DPR, Senin (23/4) menyikapi kebijakan pemerintah yang membatasi mobil dengan kapasitas mesin (CC) di atas 1.500 tidak dibolehkan lagi menggunakan BBM subsidi.
"Harusnya masyarakat memahami langkah pemerintah tersebut memiliki tujuan penting yaitu bagaimana mengamankan APBN dari tekanan subsidi BBM," ujar mantan Sekjen Partai Demokrat tersebut.
Marzuki menambahkan, sudah banyak solusi yang disampaikan banyak pihak, termasuk para ahli dan pihaknya sangat yakin kalau pemerintah sudah mendengar masukan sebelum mengambil keputusan.
"Tapi saat ini hal itu tidak bisa cepat dilakukan sementara tekanan terhadap APBN semakin berat setiap harinya. Maka meskipun pahit langkah untuk membatasi penggunaan BBM untuk kendaraan diatas 1500 cc atau yang boros penggunaan bahan bakar harus dibatasi,†katanya lagi.
Marzuki mengakui kondisi saat ini dimana pemilik kendaraan dengan kapasitas mesin diatas 1500 cc belum tentu orang kaya dan mampu. Banyak pemilik kendaraan yang relatif tua dengan kapasitas mesin yang besar bukan orang kaya sehingga terkesan menjadi tidak adil misalnya jika dibandingkan dengan pemilik kendaraan baru dengan harga yang jauh diatas mobil tua tersebut yang dimiliki oleh orang yang lebih mampu namun tetap bisa menggunakan kendaraan bersubsidi.
“Yah memang terkesan tidak adil.Tapi saya harap kebijakan ini bisa ikut mendorong para pemilik kendaraan dengan kapasitas mesin besar untuk mengalihkan ke BBG sehingga kebijakan menurunkan subsidi BBM bisa didukung oleh masyarakat. Toh BBG jauh lebih murah.Saya yakin juga akan ada langkah konkriet pemerintah kedepannya untuk mengurangi subsidi BBM dengan membangun SPBG dan kendaraan umum,†demikian Marzuki.
[dry]