Sensasi dan kontroversi. Dua image ini kian sering dipakai seleb Tanah Air sebagai strategi mendongkrak popularitas. Sebut saja Bella Shofie, Nikita Mirzani, Roro Fitria, Syahrini dan banyak yang lain. Meski diakui cukup berhasil, Maria Selena tidak mau mengekor. Artis, model dan pebasket
Merah Putrih Predators ini pede dengan skill naturalnya.
"Kayaknya kontroversi itu makin niat banget. Jujur, aku nggak respek dengan cara itu. Memang semua dikembalikan ke masyarakat yang menilai. Tapi kita kan puÂnya keluarga, masa depan nanti," ujar Maria kepada
Rakyat Merdeka, akhir pekan lalu.
"Yang namanya kontroversi pasti negatif, kan ya. Bisa jadi si artis jadi korban. Atau memang pengennya tenar lewat cara gitu. Tapi aku nggak yang siap melakoni itu. Aku yang lurus-lurus aja," lanjutnya.
Menegaskan keengganan didongkrak sensasi, Maria memilih cara-cara yang positif dengan terus menelurkan karya terbaiknya.
"Memang nggak mudah berkarier di hiburan tapi gimana kita bisa bawa diri aja. Jadi diri sendiri, kenalin talenta yang kita punya. Sebagai
public figure juga bukan pengen disanjung, tapi ini udah jalan aku.
I will do my best," terang dara asli PalemÂbang ini.
Publik mengenal Maria sebagai Putri InÂdonesia 2011. Namun sehari-sehari, rupanya dia tergolong cewek tomboy. Hal ini yang membingungkan terutama saat meladeni fans.
"Aku tuh tomboy, tau. Nggak suka pakÂai high heels, doyannya pakai sneakers dan nge-jeans. Elegan, bold yang hobi
travelÂling. Sangat-sangat penyuka adventure gitu. Suka olahraga yang ada
body contact-nya, kayak boxing. Bisa feminin, dikondisikan," tutur Maria, disambung tawa.
Meski tidak menjadi prioritas, kecantikan diakuinya bisa menunjang aksinya di indusÂtri hiburan.
"Yang penting itu bahagia. Selalu berpikir positif, sehat dan bisa tampil apa adanya. Ada di lingkungan sosial yang baik, bikin kita happy. Dengan gitu, kan orang bisa liat aura kita. Jadi pede deh. Itu sih sebenarnya yang bisa bikin kita cantik," jelas Maria serius.
Meski dianugerahi fisik yang 'semÂpurna' tidak menjadikan dia malas untuk merawat diri sendiri.
"Aku bukan tipe anak salon banget sih hehehe. Kalau bisa ngerjain di rumah, mending di rumah deh. Simple aku mah. Kalau muka ya beberapa kali perawatannya mesti facial, itu mesti di tempat perawatan khusus," ujar Maria.
"Tapi aku jadi paling ribet kalau soal ramÂbut. Genetik sih, masalah aku sama rambut. Kering tipenya jadi mesti serum khusus. Kan, emang nggak mau ribet orangnya," lanjut pemain film
Danau Hitam ini.
Maria sudah cukup puas dengan tubuhnya sekarang. Tak sekalipun terbesit niat untuk mempermak bagian tubuh tertentu lewat operasi plastik.
"Ih, operasi sana-sini. Aku sih nggak mau deh. Bukannya apa-apa, aku lebih sayang sama badan aku. Yang nggak alami itu ada masanya, nggak kekal. Nanti kalau ada apa-apa gimana. Aku pentingin kesehatan bukan keseksian," tegas dara jebolan Institut Teknologi Bandung ini.
"Pakai
make-up aja lah ya.
Make-up juga sekarang canggih kok bisa menutupi kekurangan."
Jika sebagian Puteri Indonesia lebih memilih terjun ke dunia entertainment dan politik, maka agak berbeda dengan Maria. Ia memilih untuk menjadi pembawa acara atau news anchor.
"Ini jadi satu tantangan buat aku belajar jadi jurnalistik. Seru, banyak ilmunya," tukasnya.
Terkadang Maria juga membawakan acara lain di luar berita. Baginya baik presenter berita maupun program lain memiliki kelebiÂhan dan kekurangan masing-masing. ***