"Kan kita ada fitting, terus aku dikasih celana pendek. Tapi aku bilang, nggak ada yang lebih pendek nih?" ujar Yuki.
Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) ini rela tampil minim. Demi menampilkan kenyataan dunia esek-esek dengan pelaku dari kalangan ABG alias cabe-cabean. Meski begitu, Yuki sempat risih saat memakai celana pendek tersebut. Apalagi saat dirinya sedang mengambil gambar untuk keÂbutuhan film. "Kan pas di lokasi syuting banyak kru dan artis yang cowok. Aku sih sempat risih. Makanya kau pakai sarung atau jaket kalau nggak take," seloroh dara 20 tahun asal Malang ini.
Secara khusus, Yuki main film
Cabe-cabean karÂena sang adik. "Fenomenanya itu kan mereka yang ikut itu umurnya belasan tahun. Nah, adik aku tuh masih seumuran dengan mereka," jelasnya.
Berperan sebagai cabe-cabean saja sudah bikin Yuki susah apalagi cabe-cabean beneran. Misalnya saja setiap usai syuting, ia kerap masuk angin dan harus dipijit atau dikerok menggunakan bawang merah.
"Iya masuk angin, bayangin bro syuting sampai jam lima pagi. Gimana nggak langsung dipijit sama dikerok," terang putri TakeÂshi Kato, seorang Project Manager sebuah perusahaan besar di Jepang ini.
Pasalnya syuting yang dilakukan hingga pagi tersebut, Yuki hanya mengenakan tanktop dan celana pendek.
"Iya pakai celana pendek dan tanktop, padahal biar nggak masuk angin sudah pinjem jaket sama sarung sebelum scene aku. Ditambah aku kan ngÂgak pede karena paha aku kayak paha sapi," tutur Yuki tertawa.
Dalam film terbarunya ini, ia juga nampak total. Dia sampai mengikuti trek-trekan mengÂendarai motor. ***