Usai sidang, Ratna mengaku dirinya lega. Ia pun sempat terÂharu dan hampir meneteskan air mata di ruang sidang.
"Setelah ketuk palu, aku terharu. Aku pada dasarnya gampang terharu. Mau nangis di ruang sidang tapi aku tahan. Aku nggak menyangka secepat ini. Allah maha baik, urusan perceraianku dimudahkan AlÂlah," ujar Ratna.
Pada persidangan kedua ini, Herry kembali mangkir sidang. Alhasil, Majelis Hakim pun meminta Ratna untuk menÂdatangkan saksi dan bukti. Ia kemudian menunjuk adik dan sopir pribadinya untuk bersaksi ke persidangan.
"Aku diminta berikan bukti berupa surat nikah dan KTP. Lalu aku tunjuk adikku, Dewi dan sopir sebagai saksi. Dewi selalu jadi tempat curhatku, lalu sopirku mengantarku ke mana-mana, dia tahu konÂdisi rumah tanggaku dan baÂgaimana suamiku. Setelah 10 menit hakim rapat, langsung diputus," ungkap Ratna.
Menurut ibu dua anak ini, Herry sebenarnya berencana menghadiri sidang. Tapi entah kenapa lelaki yang menemanÂinya di ranjang sejak 7 Juli 2002 itu ingkar janji.
"Sehari sebelumnya mas Herry bilang akan datang sidang ketiga. Dia minta ngÂgak diliput. Tapi menurut aku itu resiko sebagai public figure berhadapan dengan media," katanya.
Saat ini, Ratna masih menunggu respons dari Herry. Ia menanti bekas suaminya itu mau banding atau menerima keputusan pengadilan.
"Kalau dalam waktu dua minggu nggak ada banding dari mas Herry, surat cerainya akan dikeluarkan. Aku sudah lega, walau masih belum seratus persen," jelasnya.
Bila beberapa waktu Ratna masih memiliki rasa cinta, mulai kemarin ia resmi move on dari Herry.
"Tidak ada cinta lagi sedikitÂpun," jawabnya.
Ia juga sama sekali tidak lagi memiliki rasa rindu terhadap sang suami.
"Sudah tidak ada rasa kangen, malah kalau bisa jangan ketemu. Aku masih ada perasaan mending mundur," jelasnya lagi.
Mulai menyandang status janda, Ratna merasa di antara percaya dan tidak percaya.
"Langsung kaget karena antara percaya atau nggak. Jadi masih kayak orang galau antara percaya atau nggak. Ya seperti halusinasi," ungkapnya.
Ratna menggugat cerai Herry pada 20 Februari 2014. Ternyata, rumah tangga mereka bermasalah sejak awal pernikaÂhan. Tapi selama itu juga Ratna mencoba bertahan. Ia selalu menutupi masalah rumah tangga demi rasa cintanya.
"Tidak sesuai koridor. Tapi aku coba tutupi semua karena cinta. Setelah berjalannya waktu, timpang, nggak cukup hanya cinta untuk kokohnya biduk rumah tangga," tutup Ratna. ***