"Saya baru saja tekan konÂtrak dengan agensi
model Next untuk iklan dan penampilan di publik. Ini rasanya lucu karena saya merasa kurang cantik untuk jadi model. Saya terÂbiasa memprovokasi perasaan dengan bagaimana saya harus berpenampilan. Bukan sebagai wanita cantik tetapi pemberonÂtak kecil yang nakal," ungkap Anderson.
Pemikiran seperti ini diakuinÂya karena ajaran ibunya yang menekankan jika kecantikan datang dari dalam. Itu sebabÂnya wanita yang paling sering menjadi sampul depan majalah
Playboy ini mengaku jika dari kecil ia selalu tomboy.
"Saya tahu itu sangatlah klise tetapi saya pikir hal seperti itu yang akan bertahan hingga akhir," tambahnya.
Pemilik dada jumbo ini juga tidak takut tua. Ia malah ingin menjadi tua dan menikmati semua proses sejalan dengan bertambahnya usia.
"Saya tidak pernah berkeÂinginan untuk terlihat muda selalu. Saya ingin menjadi tua. Saya ingin mengalami semua musim dalam hidup saya. Saya tidak mau ada perasaan takut dalam menghadapi umur yang bertambah tua," tutur Anderson.
Ia pun menambahkan betapa keseksian itu penting dalam industri hiburan.
"Saya bekerja dalam industri dimana kamu akan dikelilingi dengan banyak ketakutan orang menjadi tua dan ketakutan wajah cantik akan memudar. Dan, saya merasa saya sangat beruntung kalau begitu karÂena saya tidak pernah merasa cantik. Saya merasa saya telah bersenang-senang dengan meÂnampilkan gaya seksi. Saya bisa menjadi sangat provokatif dan menggunakan pencitraan seperti itu untuk menarik perÂhatian orang tertarik dengan apa yang menjadi perhatian saya," beber Anderson yang memang juga dikenal sebagai aktivis berbagai pergerakan sosial itu. ***