Capaian tersebut dinilai menjadi modal strategis bagi Taspen untuk berkontribusi dalam penguatan tata kelola badan usaha milik negara (BUMN) di era transformasi Danantara Indonesia.
"Capaian tersebut tidak sekadar mencerminkan keberhasilan internal perusahaan, tetapi juga menunjukkan pentingnya konsistensi dalam menerapkan transparansi, akuntabilitas, integritas, dan manajemen risiko," kata Sekretaris Komite Tata Kelola Dewan Komisaris, Billy Mambrasar dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis 15 Oktober 2026.
Menurutnya, transformasi BUMN membuka peluang memperkuat sinergi antarlembaga, meningkatkan kualitas pengawasan, serta mendorong pengelolaan perusahaan yang lebih profesional dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, pengalaman Taspen mengelola program pensiun dan jaminan sosial aparatur sipil negara menjadi modal penting, terutama dalam menjaga keamanan dana dan keberlanjutan manfaat peserta.
Billy juga mengapresiasi penyelenggaraan Taspen GRC Insight Forum 2026 pada 6 Oktober 2026 lalu. Forum tersebut menghadirkan Managing Director Risk Management PT Danantara Asset Management, Riko Banardi, sebagai pembicara utama untuk memperkuat pemahaman mengenai tata kelola, risiko, dan kepatuhan di tengah transformasi BUMN.
Selain skor GCG yang tinggi, Taspen mencatatkan hasil GRC Maturity Assessment pada level Proactive. Perusahaan juga memperkuat integritas melalui transisi Sistem Manajemen Anti Penyuapan dari ISO 37001:2016 menuju ISO 37001:2025 serta pengembangan sistem manajemen berstandar internasional lainnya.
"Sinergi pengalaman pengelolaan dana pensiun dan perspektif investasi nasional diharapkan memperkuat pengambilan keputusan berbasis risiko," kata Billy.
Ia menegaskan, predikat tata kelola yang baik harus dipertahankan melalui pengawasan yang tidak hanya berorientasi pada kepatuhan administratif, tetapi juga mampu mengidentifikasi dan mencegah risiko sejak dini. Pemanfaatan teknologi, transparansi investasi, dan penguatan sistem antisuap menjadi bidang yang dinilai potensial untuk dikembangkan.
Meski demikian, Billy mengingatkan bahwa setiap bentuk sinergi harus tetap memperhatikan mandat khusus Taspen sebagai pengelola program pensiun dan jaminan sosial, termasuk perlindungan dana peserta serta kesinambungan pembayaran manfaat.
BERITA TERKAIT: