MedcoEnergi Catat Kinerja Solid pada Semester I 2026

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Selasa, 22 September 2026, 07:16 WIB
MedcoEnergi Catat Kinerja Solid pada Semester I 2026
Grissik Central Gas Plant (Kilang Gas Pusat Grissik) di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yang dioperasikan oleh Medco E&P Indonesia di dalam wilayah kerja Blok Corridor. (Foto: Istimewa)
Kecil Besar
rmol news logo PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi atau Perseroan) mengumumkan laporan keuangan untuk semester pertama tahun 2026 yang telah diaudit.

Sepanjang periode tersebut MedcoEnergi berhasil mencatatkan kinerja yang solid dengan produksi minyak dan gas semester I mencapai 170 ribu barel setara minyak per hari (mboepd), sesuai panduan 2026, di mana gas menyumbang sekitar 72 persen dari total produksi. 

Capaian tersebut ditopang oleh kinerja blok-blok migas MedcoEnergi, yaitu volume produksi Blok Corridor seiring tambahan hak partisipasi, kinerja produksi Lapangan Forel dan Terubuk di South Natuna Sea Block B, pengeboran pengembangan lapangan Bualuang di Thailand, selesainya proyek Bisat C di Blok 60 Oman, serta kontribusi produksi penuh dari proyek Senoro Fase 2A. 

CEO MedcoEnergi, Ronald Gunawan menyampaikan bahwa hasil semester pertama mencerminkan keandalan Perseroan dalam eksekusi proyek dan manajemen operasi produksi. 

“Fokus kami sepanjang semester ini adalah memastikan aset-aset utama beroperasi optimal dan proyek pengembangan berjalan sesuai jadwal," kata Ronald, dikutip Selasa 22 September 2026.

Menurut Ronald, Senoro Fase 2A telah beroperasi penuh pada Juni, dan Sakakemang tetap on track untuk gas pertama pada kuartal ketiga 2027. 

"Ini adalah fondasi pertumbuhan kami ke depan,” ujar Ronald. 

Pada semester ini, MedcoEnergi juga menandatangani Kontrak Bagi Hasil (PSC) Blok Nawasena di Jawa Timur dan Blok Cendramas di Malaysia, di mana MedcoEnergi ditunjuk sebagai operator yang menandai operasi produksi pertama MedcoEnergi di Malaysia.

Segmen ketenagalistrikan mencatat penjualan listrik 2.323 GWh, lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu, ditopang keandalan operasi Dalle Energy Batam (DEB), ekspansi Energi Listrik Batam (ELB), dan operasi di PLTS Bali Timur. 

Energi terbarukan menyumbang sekitar 25 persen dari total penjualan listrik, sejalan dengan strategi transisi energi MedcoEnergi. 

Sementara investasi pertambangan tembaga dan emas pada PT Amman Mineral Internasional memberikan kontribusi positif seiring beroperasinya smelter dengan kapasitas penuh. 

Dari sisi keuangan, MedcoEnergi membukukan pendapatan sebesar 1.415 juta dolar AS, EBITDA sebesar 805 juta dolar AS dan laba kotor sebesar 588 juta dolar AS. Biaya kas produksi minyak dan gas terjaga di 8,4 dolar AS per barel setara minyak, di bawah panduan tahun ini. 

Laba bersih semester I yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar 275 juta dolar AS, membaik dari periode yang sama tahun lalu seiring meningkatnya produksi minyak dan gas, dan membaiknya harga minyak dunia serta kontribusi Amman Mineral setelah operasi smelter berjalan secara penuh. 

Posisi utang konsolidasi pada akhir Juni tercatat 4.128 juta dolar AS dengan kas dan setara kas sebesar 1.402 juta dolar AS, sementara rasio utang bersih terhadap EBITDA untuk Restricted Group  tercatat sebesar 1,4x atau di bawah panduan yaitu 2,5x pada harga mid-cycle 65 dolar AS per barel. Peringkat kredit idAA- dari Pefindo serta peringkat internasional dari Fitch, S&P, dan Moody's tetap dipertahankan. 

MedcoEnergi mempertahankan panduan kinerja 2026 dengan target produksi minyak dan gas sebesar 165-170 mboepd serta penjualan ketenagalistrikan sebesar 4.550 GWh dan mempertahankan biaya kas produksi minyak dan gas di bawah 10 dolar AS per barel setara minyak. 

Seiring dengan komitmen MedcoEnergi  untuk berinvestasi pada peluang-peluang pertumbuhan yang bernilai tambah, MedcoEnergi menaikkan panduan belanja modal tahun 2026 menjadi 450-475 juta dolar AS untuk segmen minyak dan gas bumi, serta hingga 50 juta dolar AS untuk segmen ketenagalistrikan. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA