Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan penyaluran ditargetkan lebih cepat, yakni mulai H-14 hingga paling lambat H-7 sebelum Idulfitri.
Hal tersebut disampaikan Airlangga setelah melakukan komunikasi intensif dengan perusahaan aplikator.
"Jumlah yang diberikan BHR tahun 2025 mencakup kepada sekitar 850.000 mitra penerima atau pengemudi dengan nilai total Rp 220 miliar," ujar Airlangga dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa 3 Maret 2026.
Angka ini lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya sebesar Rp105-110 miliar dari masing-masing aplikator. Sehingga jumlah penerima dan nilai anggarannya meningkat tahun ini.
Meski demikian, untuk besaran THR setiap ojol masih dalam penghitungan aplikator, dengan hitungan berdasarkan performa dan keaktifan masing-masing mitra.
Pemerintah, lanjut Airlangga, mendorong agar pencairan dilakukan lebih awal agar dana tersebut bisa dimanfaatkan pengemudi untuk memenuhi kebutuhan menjelang Hari Raya.
"Kami mendorong penyaluran dilakukan lebih awal H-14 atau paling lambat H-7 sebelum Idul Fitri," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: