Sebagai dampaknya, banyak investor beralih ke aset yang lebih aman (safe haven). Hal ini menyebabkan permintaan obligasi meningkat sehingga imbal hasil US Treasury 10 tahun turun ke level 4,054 persen.
Saat ini, para pelaku pasar juga sedang bersiap mengantisipasi rilis risalah rapat The Fed serta berbagai data ekonomi penting yang akan keluar pekan ini.
Secara keseluruhan, Indeks Dolar AS (DXY) naik tipis 0,05 persen ke posisi 97,15.
Berikut adalah detail pergerakannya terhadap mata uang dunia lainnya:
Memasukin Selasa sore hari di waktu New York, Euro bergerak sangat stabil dengan penguatan yang sangat tipis 0,01 persen di level 1,1856. Di sisi lain, Poundsterling justru melemah ke level 1,3569 tertekan oleh naiknya angka pengangguran di Inggris dan isu pemangkasan suku bunga oleh Bank of England.
Dolar AS menguat terhadap Yen Jepang, naik 0,04 persen ke posisi 153,25.
Terhadap mata uang China, Dolar juga menguat ke level 6,9048 Yuan. Namun, khusus terhadap Dolar Australia, posisi Dolar AS justru mengalami pelemahan.
Rabu Dini hari WIB, Rupiah di pasar mata uang new York melemah 0,08 persen terhadap Dolar AS, sehingga posisinya berada di level Rp16.837.
BERITA TERKAIT: