Berdasarkan data perdagangan periode 9-13 Februari 2026, IHSG melesat signifikan 3,4 persen ke posisi 8.212. Kenaikan tajam ini otomatis mendongkrak nilai kapitalisasi pasar (market cap) Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi Rp14.889 triliun, tumbuh Rp548 triliun hanya dalam waktu sepekan.
Ada dinamika menarik yang terjadi di lantai bursa sepekan terakhir.
Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) tercatat menyusut 6,26 persen menjadi Rp23,2 triliun dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai Rp24,75 triliun.
Namun, penurunan nilai ini tidak berarti pasar sepi peminat. Sebaliknya, rata-rata volume transaksi harian justru melonjak 4,63 persen dengan total 45,2 miliar saham berpindah tangan setiap harinya. Hal ini mengindikasikan tingginya aktivitas perdagangan pada saham-saham dengan harga yang lebih terjangkau namun memiliki basis massa yang besar.
Di balik kegemilangan IHSG, tekanan dari luar negeri masih terasa kental. Investor asing terpantau melanjutkan aksi "buang barang" dengan mencatatkan jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp2,03 triliun pada penghujung pekan, Jumat 13 Februari 2026.
Secara akumulatif, sejak awal tahun 2026, total modal asing yang keluar dari pasar saham Indonesia telah mencapai angka yang fantastis, yakni Rp16,49 triliun.
Penguatan IHSG di tengah arus keluar modal asing ini mencerminkan dominasi dan kepercayaan investor domestik yang kian kuat dalam menopang stabilitas pasar modal tanah air. Saat ini, Investor menunggu pergerakan IHSG hari ini.
BERITA TERKAIT: