Pihak Starbucks masih berupaya mempertahankan prospeknya untuk 2020, dan bencana virus corona telah mengaburkan hal tersebut dengan penutupan kedai-kedai kopi mereka.
Gerai makanan cepat saji McDonald's Corp dan KFC juga telah menutup sejumlah gerai mereka di Wuhan dan sekitarnya.
CEO McDonald Chris Kempczinski menyebut situasi di Wuhan memprihatinkan dan mengatakan gerai makanan cepat saji itu menutup semua restorannya di Hubei, yang jumlahnya mencapai ratusan, sementara 3.000 outlet di tempat lain di China tetap dibuka.
"Saat ini, prioritas kami adalah benar-benar pada karyawan kami, pada pelanggan kami, melakukan segala yang kami bisa untuk memastikan bahwa mereka aman dan diperhatikan," katanya, melansir
South China Morning Post, Rabu (Kamis (30/1).
Kota Wuhan, di mana penyebaran virus corona itu bermula, adalah pusat manufaktur, pengapalan, dan bisnis.
Perusahaan Apple pun mengalami kerugian dengan terganggunya rantai pasokan ke dalam prospek bisnis mereka.
Bloomberg, pada Rabu (29/1) menulis, Chief Executive Officer Apple Tim Cook mengatakan, pihaknya tengah bekerja sama dengan para pemasok di kota tersebut untuk memitigasi kerugian.
Hingga saat ini belum diketahui dengan pasti angka kerugian dari terganggunya pasokan tersebut. Cook menjelaskan, Apple masih mengikuti perkembangan kabar seputar virus tersebut.
Hampir semua iPhone dibuat oleh Hon Hai Percision Industry Co. dari Foxconn di Zhengzhou, China dan oleh Pegatron Corp di lokasi perakitan dekat Shanghai.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: