Sesuai komitmen dan kesepakatan dengan para jamaah terkait, keberangkatan difasilitasi melalui penerbangan pesawat carter yang berangkat dari Bandara Soekarno Hatta.
“Alhamdulillah, pelan-pelan upaya yang kami lakukan mulai mengurai persoalan. Saat ini kami sedang berusaha keras menyelesaikan semua amanah dengan cara yang baik. Dalam dua minggu terakhir, sudah 6 ribu jamaah yang berhasil kami berangkatkan,†ujar Direktur Utama First Travel (FT) Andika Surachman Siregar melalui keterangan tertulisnya, Selasa (23/5).
Kendala teknis yang menimpa First Travel, menurut Andika belum pernah terjadi selama tujuh tahun beroperasi. Sejauh ini, manajemen tengah berusaha keras untuk segera memberangkatkan jamaah yang tertunda keberangkatannya.
"Manajemen First Travel mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan berbagai pihak dalam mengatasi problem ini," tuturnya.
Namun, lanjut dia, patut disayangkan masih ada saja pihak yang memanfaatkan kondisi tersebut untuk memancing keresahan jamaah.
Andika menegaskan bahwa sejak awal operasional, First Travel menganut prinsip ta’awun (membantu sesama Muslim dalam kebaikan) dalam manajemen usahanya. Dengan prinsip tersebut First Travel telah membantu keberangkatan puluhan ribu jamaah untuk beribadah ke tanah suci dengan mudah dan murah. Baik jamaah yang menggunakan paket promo, paket reguler, hingga VIP.
Melalui program-program marketing yang inovatif dan kreatif, First Travel membuka kesempatan bagi semakin banyak anggota masyarakat untuk dapat menunaikan ibadah umroh dengan biaya murah.
"First Travel menyadari bahwa harga yang kompetitif dan ekonomis merupakan salah satu hak konsumen dalam memilih travel umrah. Kendati murah, pelayanan yang diberikan First Travel tetap sesuai standar sehingga jamaah bisa beribadah dengan nyaman, aman, khusyu dan tenang," terangnya.
Dengan prinsip ta’awun pula, imbuh Andika, First Travel mendirikan Yayasan First Foundation yang bergerak di bidang pendidikan dan kemanusiaan.
[wid]
BERITA TERKAIT: