Pertamina Lagi Cari Mitra Kerja

Garap Kilang Tuban & Bontang

Selasa, 14 Februari 2017, 10:00 WIB
Pertamina Lagi Cari Mitra Kerja
Foto/Net
rmol news logo PT Pertamina (Persero) terus berupaya membangun dua kilang baru yakni Kilang Tuban dan Kilang Bontang untuk meningkatkan kapasitas produksi minyak di Indonesia.

Salah satu upaya yang di­lakukan yakni dengan mem­percepat penentuan mitra pembangunan kilang Bontang pada April tahun ini dari tar­get semula pada akhir 2017.

Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Puspo­negoro, proses seleksi mi­tra bakal dipercepat setelah penugasan pemerintah kepada Pertamina melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 7935 K/10/MEM/2016 terbit pada akhir tahun lalu.

Setelah itu, perseroan bisa segera melakukan studi ke­cakapan finansial (Bankability Feasibility Study/BFS) untuk proyek tersebut.

"Harapan kami, partner Pertamina untuk kilang Bon­tang bisa didapatkan pada April 2017. Untuk itu, kami sedang mempersiapkan be­berapa langkah bisnis demi mengakomodasi hal tersebut," ujarnya, di Jakarta, kemarin.

Ia mencontohkan, beberapa proses bisnis yang dimaksud seperti melakukan project ex­pose ke 37 perusahaan minyak dunia yang sudah terbiasa dan memiliki kecakapan finansial dalam membangun kilang.

Rencananya, kata dia, project expose akan dilakukan pada akhir bulan ini. Dengan begitu, pihaknya mempersi­lahkan perusahaan minyak untuk mendaftarkan minatnya menjadi mitra di pembangu­nan kilang Bontang.

"Tender ini sangat terbuka, namun kami membatasi, bisa tiga hingga lima perusahaan minyak yang menjadi mitra potensial dan benar-benar perusahaan yang memiliki kapabilitas dalam membangun kilang," tegasnya.

Selanjutnya, kata dia, jika ada minat serius, diharapkan kedua pemimpin perusahaan bisa bertemu empat mata membahas kelanjutan proyek Bontang.

Sehingga, jika semua proses berjalan baik, diharapakan pelaksanaan groundbreaking kilang Bontang bisa terealisasi di tahun 2023.

"Mekanismenya kurang lebih sama seperti kilang Tuban, kami berharap benar-benar ada peminat serius. Kami pun membuka kesem­patan bagi peserta seleksi mitra kilang Tuban untuk masuk kembali ke proyek ini," katanya.

Selain itu, proyek kilang Bon­tang telah memiliki lahan seluas 450 hektare dengan sistem sewa kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Ke­menterian Keuangan.

Bahkan, sudah terdapat fasilitas penunjang operasi milik PT Badak NGL yang bisa digunakan, seperti jetty dan pembangkit.

"Di sana sudah ada ke­lengkapan operasi dan kami menyambut baik penugasan pemerintah kepda Pertamina untuk membangun kilang Bontang," tuturnya.

Rencananya, kilang Bon­tang bisa mengolah minyak mentah sebanyak 300 ribu barel per hari. Di mana, Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diproduksi adalah jenis bensin sebanyak 60 ribu barel per hari dan Solar minimal sebanyak 124 ribu barel per hari dengan standar Euro IV.

Proyek ini diestimasi me­nelan dana 12-15 miliar dolar Amerika Serikat dan meru­pakan satu dari dua kilang baru yang akan dibangun Pertamina dalam jangka 10 tahun mendatang. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA