Salah satu upaya yang diÂlakukan yakni dengan memÂpercepat penentuan mitra pembangunan kilang Bontang pada April tahun ini dari tarÂget semula pada akhir 2017.
Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda PuspoÂnegoro, proses seleksi miÂtra bakal dipercepat setelah penugasan pemerintah kepada Pertamina melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 7935 K/10/MEM/2016 terbit pada akhir tahun lalu.
Setelah itu, perseroan bisa segera melakukan studi keÂcakapan finansial (
Bankability Feasibility Study/BFS) untuk proyek tersebut.
"Harapan kami, partner Pertamina untuk kilang BonÂtang bisa didapatkan pada April 2017. Untuk itu, kami sedang mempersiapkan beÂberapa langkah bisnis demi mengakomodasi hal tersebut," ujarnya, di Jakarta, kemarin.
Ia mencontohkan, beberapa proses bisnis yang dimaksud seperti melakukan project exÂpose ke 37 perusahaan minyak dunia yang sudah terbiasa dan memiliki kecakapan finansial dalam membangun kilang.
Rencananya, kata dia, project expose akan dilakukan pada akhir bulan ini. Dengan begitu, pihaknya mempersiÂlahkan perusahaan minyak untuk mendaftarkan minatnya menjadi mitra di pembanguÂnan kilang Bontang.
"Tender ini sangat terbuka, namun kami membatasi, bisa tiga hingga lima perusahaan minyak yang menjadi mitra potensial dan benar-benar perusahaan yang memiliki kapabilitas dalam membangun kilang," tegasnya.
Selanjutnya, kata dia, jika ada minat serius, diharapkan kedua pemimpin perusahaan bisa bertemu empat mata membahas kelanjutan proyek Bontang.
Sehingga, jika semua proses berjalan baik, diharapakan pelaksanaan groundbreaking kilang Bontang bisa terealisasi di tahun 2023.
"Mekanismenya kurang lebih sama seperti kilang Tuban, kami berharap benar-benar ada peminat serius. Kami pun membuka kesemÂpatan bagi peserta seleksi mitra kilang Tuban untuk masuk kembali ke proyek ini," katanya.
Selain itu, proyek kilang BonÂtang telah memiliki lahan seluas 450 hektare dengan sistem sewa kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) KeÂmenterian Keuangan.
Bahkan, sudah terdapat fasilitas penunjang operasi milik PT Badak NGL yang bisa digunakan, seperti jetty dan pembangkit.
"Di sana sudah ada keÂlengkapan operasi dan kami menyambut baik penugasan pemerintah kepda Pertamina untuk membangun kilang Bontang," tuturnya.
Rencananya, kilang BonÂtang bisa mengolah minyak mentah sebanyak 300 ribu barel per hari. Di mana, Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diproduksi adalah jenis bensin sebanyak 60 ribu barel per hari dan Solar minimal sebanyak 124 ribu barel per hari dengan standar Euro IV.
Proyek ini diestimasi meÂnelan dana 12-15 miliar dolar Amerika Serikat dan meruÂpakan satu dari dua kilang baru yang akan dibangun Pertamina dalam jangka 10 tahun mendatang. ***
BERITA TERKAIT: