Jokowi Tak Mau Bandara Sultan Thaha Terlambat Seperti Soetta

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Kamis, 21 Juli 2016, 15:23 WIB
rmol news logo Persaingan global merupakan sebuah keniscayaan yang harus dihadapi oleh seluruh negara, termasuk Indonesia. Oleh karenanya, pembangunan infrastruktur di Tanah Air sebagai modal menghadapi persaingan tidak dapat ditunda-tunda lagi.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo ketika meresmikan Bandar Udara Sultan Thaha, Jambi, Kamis (21/7).

"Semuanya adalah pondasi dasar bagi memenangkan sebuah persaingan, memenangkan kompetisi antar negara," ucap Presiden.

Menurut Presiden, saat ini Indonesia sudah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Di era tersebut, pertarungan tidak hanya terjadi di level antar negara, tapi juga terjadi antar kawasan. Seperti Amerika Serikat yang memiliki blok sendiri yakni TPP. Demikian pula dengan Tiongkok dan Uni Eropa.

Untuk mendukung kesiapan Indonesia menghadapi persaingan tersebut, Jokowi meminta PT Angkasa Pura II mempercepat pengembangan Bandara Sultan Thaha.

"Persaingan-persaingan seperti itu harus secepatnya diantisipasi. Kalau tidak, ditinggal kita. Oleh sebab itu, Bandara Sultan Thaha di Jambi ini sangat diperlukan untuk diperluas," terang Presiden yang hadir bersama Ibu Negara, Iriana Joko Widodo.

Presiden menjelaskan, semula Bandara Sultan Thaha akan dimulai perluasannya pada 2019. Namun, mengingat pertumbuhan bandara ini sebesar 27 persen setiap tahunnya, maka dirinya menginstruksikan Menteri BUMN dan Direktur Angkasa Pura II untuk langsung memulainya pada 2017.

"Jangan sampai penumpang sudah meluber baru dibangun. Diajukan menjadi 2017 awal. Bangun lagi, jangan terlambat," tegasnya.

Presiden tidak ingin keterlambatan yang dialami bandara Soekarno Hatta terjadi di bandara lainnya di Indonesia. Keterlambatan pembangunan runway, keterlambatan pembangunan terminal dan juga pesawat memerlukan waktu 30 menit untuk mendarat atau lepas landas.

Dalam prosesnya nanti, Presiden Joko Widodo tidak menginginkan adanya keterlambatan, baik dalam hal pembangunan, maupun dalam segi pelayanan kepada penumpang. Semuanya dimaksudkan untuk menampung mobilitas orang dan barang yang ke depan akan semakin meningkat.

"Keterlambatan yang tidak boleh terjadi di sini. Perluas lagi terminalnya, runway perpanjang lagi,"pinta Presiden.[wid]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA