Berdasarkan asumsi tersebut, PT KCJ akan memberlakukan kebijakan baru berupa Tiket Harian Berjaminan Pulang Pergi (THB PP) untuk mengantisipasi kepadatan penumpang di sejumlah stasiun tujuan dan mempermudah pengguna jasa yang tetap ingin menggunakan tiket harian.
Menurut Vice President Commnication PT KCJ, Eva Chairunisa, kebijakan yang dimulai hari ini (Minggu, 3/7) baru pertama kali diterapkan. Diyakini akan mempermudah dan mengurangi antrian penumpang di loket stasiun.
"Secara fisik tidak ada perbedaan bentuk antara tiket THB PP dengan tiket THB yang selama ini berlaku pada perjalanan KRL, hanya saja secara sistem tiket tersebut bisa diisi tarif untuk dua kali perjalanan pulang pergi," jelas Eva di Jakarta.
Sebagai contoh, kata dia, penumpang dari stasiun Bogor dengan tujuan Jakarta Kota kini selain dapat membeli tiket relasi sekaligus untuk pulang. Dengan demikian ketika penumpang tiba di stasiun tujuan dan kembali ke stasiun asal tidak perlu lagi mengantri untuk isi ulang relasi THB.
Dengan ketentuan, transaksi hanya dapat dilakukan loket THB. Untuk Vending Machine (C-Vim) belum dapat melayani transaksi tersebut.
Tap In dan Tap Out di stasiun yang sama, maka seluruh tarif perjalanan PP akan hangus. Tiket tidak dapat digunakan apabila pengguna jasa KRL naik pada stasiun yang tidak sesuai dengan relasi pada THB PP
Eva juga menyampaikan, apabila terjadi gangguan perjalanan KRL, THB PP dapat dibatalkan di loket dengan ketentuan pembelian tarif dan jaminan dikembalikan sepenuhnya jika belum menyelesaikan perjalanan pertama
Selain memberlakukan THB PP, kali ini PT KCJ juga meluncurkan KMT edisi lebaran.
Edisi ini hanya dicetak sebanyak 5 ribu kartu dan dijual terbatas mulai tanggal 6 �" 10 Juli 2016 di Stasiun Bogor, Tebet, Manggarai, Jakarta Kota, Tanah Abang dan Tangerang dengan harga Rp 50 ribu sudah termasuk saldo kartu senilai Rp 30 ribu.
[wid]
BERITA TERKAIT: