"Sebanyak seribu ekor sapi kami siapkan dari para peternak untuk mendukung kegiatan operasi pasar AGP sehingga masyarakat bisa mendapatkan daging segar dengan harga yang terjangkau," kata koordinator petani peternak binaan AGP, Sahar di Jakarta, Kamis (23/6).
Menurut Sahar, daging sapi segar operasi pasar AGP mulai 20 Juni 2016 sudah digelontorkan ke pasar becek atau pasar tradisional di sejumlah wilayah Ibukota Jakarta dan dijual seharga Rp 75 ribu per kg.
"Meski harganya miring kami pastikan peternak tetap mendapat untung walau dengan margin relatif tidak besar. Jadi sama sekali tidak merugikan peternak,†katanya melalui rilis.
AGP, lanjut Sahar, mendukung Indonesia menjadi negara swasembada daging sapi dalam 10 tahun ke depan seperti yang diinginkan Presiden Jokowi.
Sahar yakin target swasembada itu bisa tercapai asal dilakukan pembenahan dari hulu sampai hilir. Saat ini, produksi daging sapi sebagian besar (90 persen) berasal dari peternakan rakyat dan sisanya dari perusahaan dan peternakan milik pemerintah.
Peternakan rakyat selain skala kepemilikannya kecil, juga sifat komersialnya belum terbangun dengan baik sehingga seringkali sapi betina dewasa yang masih produktif dijual atau dipotong.
"Itulah sebabnya kami melakukan pembinaan dan menjadi Bapak Angkat peternak sapi, termasuk bagaimana memperbanyak pembibitan, pengadaan pakan, dan distribusinya," kata Sahar.
Dengan adanya kasus harga daging yang gonjang ganjing setiap Ramadhan dan menjelang Lebaran yang terus berulang setiap tahun, Artha Graha Peduli siap membantu negara untuk lebih memperhatikan pengembangan sapi di tingkat peternak.
"Petani peternak, katanya, masih memelihara sapi cuma satu, dua, tiga saja, belum seperti perusahaan yang ada di perusahaan-perusahaan di luar negeri," jelasnya.
Pembinaan yang dilakukan AGP termasuk bagaimana biaya untuk membesarkan sapi itu lebih murah dan juga pemasaran serta distribusinya.
"Dengan pembinaan seperti itu,
Insya Allah harga daging sapi dan petani bisa sama-sama untung," tambah Sahar.
[wid]
BERITA TERKAIT: