Pasca Insiden Kebakaran, AP II Bakal Audit Kelistrikan Bandara

Selasa, 07 Juli 2015, 09:52 WIB
Pasca Insiden Kebakaran, AP II Bakal Audit Kelistrikan Bandara
ilustrasi/net
rmol news logo PT Angkasa Pura II (Persero) akan melakukan audit kelistrikan terkait insiden kebakaran di JW Lounge Terminal 2E Bandara Internasional Soekarno Hatta pada Minggu (5/7). Diduga kebakaran disebabkan usia kabel listrik Terminal 2E telah usang.

Direktur Utama Angkasa II Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya akan segera melakukan audit kelistrikan di Terminal 2 pasca kebakaran. Pasalnya, usia kabel listrik di sana sudah mencapai 30 tahun.

"Audit akan dilakukan dalam waktu dekat. Usia kabel memang sudah tua, seharusnya kabel sudah diganti," ujarnya, kemarin.

Meski belum dapat dipastikan penyebab terjadinya kebakaran, namun ia menduga salah satu faktornya dikarenakan adanya kelalaian dari pengelola tenant di terminal itu. Karenanya, ia akan segera melakukan pemeriksaan.

"Dalam dua hingga tiga hari ke depan, kami upayakan permasalahan yang terjadi akibat kebakaran di Terminal 2E itu selesai. Termasuk perbaikan conveyor dan tempat check-in maskapai penerbangan Garuda Indonesia," janjinya.

Dikatakannya, program revitalisasi bandara akan terus dilakukan. Hal ini mengingat, dalam waktu satu setengah tahun ke depan, kapasitas Terminal 2 akan ditingkatkan dari 11 juta menjadi 22 juta.

"Upaya revitalisasi ini tidak merusak arsitektur yang ada. Anggaran yang diperlukan untuk revitalisasi masing-masing bandara mencapai Rp 500 miliar sampai Rp 600 miliar," katanya.

Menurut Kepala Otoritas Bandara Soekarno-Hatta, Bintang Hidayat, pihaknya telah melaksanakan audit kelistrikan bandara pada 2014.

"Tapi baru dari main power station ke substation yang ada, (audit) belum dilakukan menyeluruh," katanya.

Ia menambahkan, pekan ini, tim Otoritas Bandara akan kembali melanjutkan audit tersebut, termasuk audit mendetail sampai ke tenant dan fasilitas yang digunakannya di semua terminal.

"Sistem penggorengan yang sekarang juga sepertinya harus dievaluasi karena banyak terjadi kebakaran," terangnya.

Sementara Direktur Utama PT Garuda Indonesia Arif Wibowo menjelaskan, pihaknya telah menambah kapasitas penerbangan di lima kota besar seperti ke Surabaya dengan dua kali Boeing 747-400, Denpasar (dua kali Boeing 747-400) dan Batam (dengan Airbus A330), serta penerbangan ekstra tujuan Semarang dan Pontianak.

"Jadwal penerbangan sudah berjalan sesuai jadwal. Untuk aktivitas check-in di Terminal 2E yang terbakar, kami sedang berkoordinasi dengan Angkasa Pura II agar segera dipulihkan," katanya.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua Komisi V DPR bidang infrastruktur Muhidin M Said mengatakan, audit keseluruhan harus dilakukan manajemen AP II. Baik itu kelistrikan, penggunaan lahan bandara, tempat tenat-tenat disana yang dinilai sangat mengganggu penumpang disana.

"Perseroan harus melakukan audit secara keseluruhan di lingkungan bandara. Semua peralatan dan infrastruktur harus sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Kelistrikan disana jangan hanya tambal sulam saja karena itu membahayakan banyak orang. Keamanan bandara harus diutamakan," tegas Muhidin.

Menurutnya, pemanfaatan tenant atau warung di lingkungan bandara harus ditertibkan atau dikurangi, karena itu menambah sesak pengunjung bandara.

"Bandara itu bukan mal, jadi sebaiknya di kurangi dan ditata kembali pengaturan penjualan disana," tukasnya.

Senada dikatakan Anggota Komisi V DPR dari Fraksi PDI-P Sukur Nababan. AP II juga diminta melakukan pembenahan di semua sektor agar bisa memberikan kenyamanan dan keamanan bagi calon penumpang.

"Audit jangan hanya di kelistrikan. Harus menyeluruh sampai ke tenant dan fasilitas yang digunakan di terminal harus sesuai SOP. Audit ini untuk memastikan kemanan dan kenyamanan penumpang selama di bandara," kata Sukur. ***
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA