Genjot Pabrik Di Pomalaa Antam Tarik Pinjaman ECA

Jumat, 25 April 2014, 08:55 WIB
Genjot Pabrik Di Pomalaa Antam Tarik Pinjaman ECA
PT Aneka Tambang Tbk (Antam)
rmol news logo PT Aneka Tambang Tbk (Antam) berencana menarik pinjaman eksternal 200 juta dolar AS untuk menggenjot perluasan pabrik feronikel Pomalaa di Sulawesi Tenggara.

Sekretaris Perusahaan Antam Tri Hartono mengatakan, kemungkinan pinjaman tersebut akan berskema Export Credit Agency (ECA) dari domestik. Alasannya, pinjaman ECA merupakan skema pinjaman yang paling murah dalam kondisi saat ini.

Rencananya, kredit itu akan ditarik Mei atau Juni tahun ini. Itu dilakukan agar proyek Pomalaa bisa beroperasi Oktober 2015.

“Pendanaan ini harus dilakukan dalam waktu dekat sebelum dana obligasi habis agar pembangunannya tidak mundur,” kata Tri.

Antam sendiri memiliki dana Rp 373,5 miliar dari sisa penerbitan obligasi tahun lalu. Tapi, dana itu diprediksi habis terpakai hingga tengah tahun ini.

Tri mengatakan, pinjaman baru itu diharapkan tidak akan membebani posisi kas perseroan. Hingga akhir tahun lalu, kas Antam turun 27,91 persen menjadi Rp 2,79 triliun.

Dia menjelaskan, jika pabrik Pomalaa sudah beroperasi, kapasitas produksi feronikel Antam diperkirakan naik dari 18.000-20.000 ton nikel dalam feronikel (TNi) menjadi 27.000-30.000 TNi.

Perseroan juga berencana melanjutkan pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas terpasang 2x30 MW. Pembangkit ini menggunakan batubara sebagai sumber energi. PLTU itu akan mendukung operasional pabrik feronikel di Pomalaa.

Selain itu, PLTU akan menggantikan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang berbahan bakar solar. Antam berharap PLTU menghemat konsumsi energi di pabrik feronikel sekitar 15–20 persen.

Perseroan juga akan melanjutkan proyek feronikel Halmahera Timur. Antam akan mencari mitra strategis untuk menggarap proyek senilai 1,6 miliar dolar itu. Langkah ini dilakukan karena melihat harga nikel sudah mulai membaik. ***
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA