“Kami punya misi menjadi bandara berkelas dunia pada 2016. Untuk itu, bisnis non aero harus digenjot layaknya perusahaan sejenis di belahan dunia lain. Tahun ini kami bidik pendapatan dari bisnis itu sekitar 23 persen total omset. Tahun depan semoga naik menjadi 35 persen,†kata Direktur Utama Angkasa Pura II Tri S Sunoko.
Tri memberi contoh, di Bandara Soekarno-Hatta (Soeta) akan dibangun hotel bintang lima. Sejak dibuka tendernya, sudah ada yang memasukkan proposal. Selain itu, AP II akan mengoptimalkanfasilitas parkir inap. “Ini bisnis yang menjanjikan juga meski lahannya terbatas,†timpalnya.
Menurutnya, tahun lalu perseroan mendapatkan keuntungan sekitar Rp 900 miliar, itu turun dibanding keuntungan pada 2012 sebesar Rp 1,2 triliun. Sementara pendapatan tahun lalu tumbuh 23 persen. Untuk tahun ini pihaknya membidik target pendapatan naik 20 persen.
“Kami mengalami penurunan keuntungan karena dampak investasi. Tahun lalu kan bangun Kualanamu (bandara di Medan). Pasokan pendapatan kami itu paling besar dari Polonia dan Bandara Soeta,†jelasnya.
Tahun ini, Tri memprediksi keuntungan perseroan stagnan di kisaran Rp 900 miliar hingga Rp 1,1 triliun. Sebab, masih ada bandara yang rugi seperti di Pangkal Pinang dan Padang, apalagi Kualanamu baru operasi.
Selain itu, belanja modal tahun ini juga lebih besar, yakni sekitar Rp 8,7 triliun, naik dibanding tahun lalu Rp 3 triliun. Alokasi paling besar diserap pembangunan Terminal 3 Bandara Soeta sekitar Rp 4,7 triliun.
“Kami inginnya Juni 2015 terminal 3 sudah operasi. Sekarang baru 11 persen pembangunannya. Itu bukan untuk Garuda saja seperti isu beredar selama ini,†tegasnya. ***