Nah pagi tadi pun kejadian serupa sempat membuat geger warga dan pengunjung di kawasan pusat perbelanjaan Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Bedanya kali ini, isi tas warna hitam dengan kombinasi garis dan tali putih itu hanyalah sajadah dan 48 buah buku agama, bukan bom seperti disangkakan.
Terlepas apakah penemuan masing-masing tas di lokasi berbeda itu ada keterkaitan, namun yang jelas aksi tim penjinak bom dari Gegana Brimob Polda Metro Jaya saat melakukan proses identifikasi terhadap benda mencurigakan selalu menarik perhatian banyak orang di sekitarnya.
Seperti terpantau di kawasan Grand Indonesia, Rabu (12/6) jelang siang tadi, area penemuan tas 'misterius' sontan ramai dikerumuni banyak orang begitu seorang petugas dari Tim Gegana turun ke lokasi melakukan proses identifikasi. Suasana pun berubah seolah mencekam saat petugas tersebut melangkah dengan hati-hati ke arah tas 'misterius' berada. Sebuah alat detektor kemudian didekatkan untuk men-
scanning. Tak lama, petugas berseragam lengkap serba hijau khas penjinak bom itu membawa tas yang sudah terbungkus kain ke dalam tong anti ledak warna orange, yang dipersiapkan tepat di belakang mobil Tim Gegana.
"Setelah diperiksa oleh Tim Gegana, tas itu tidak berbahaya. Isinya hanya sajadah dan buku agama saja," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto kepada wartawan.
Hingga kini pemilik tas 'misterius' itu belum diketahui. "Saat ini tas itu sudah dibawa ke Polsek Tanah Abang sebagai barang bukti," ujarnya.
Tas tersebut pertama kali ditemukan juru parkir tergeletak di atas trotoar samping mal GI, sekitar pukul 10.00 WIB. Petugas kantor setempat, Abdul Razaq yang menerima laporan temuan itu tak mau ambil resiko. Ia langsung menelepon pihak Polsek Tanah Abang.
"Saya bilang jangan dibuka, takutnya meledak kan. Makanya saya langsung lapor ke Polsek Tanah Abang," kata Abdul Razaq, Rabu siang.
[wid]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BACA JUGA: