Dalam keterangan yang dirilis Bumi Plc, disebutkan bahÂwa Hary membeli 3 juta lembar saÂham melalui Flaming Luck InÂvestment Limited. SaÂham itu diÂbeli dari peÂbisnis naÂsional, Rosan Roeslani.
Rosan menjual saham kepeÂmilikannya sebanyak 24.203.452 lembar. Sekadar informasi, Rosan memiliki 10 persen saham di BuÂmi Plc melalui Recapital dan PT Bukit Mutiara yang tergabung menjadi Recapital Group.
Selain Hary, ada dua peruÂsaÂhaan yang membeli sisa saham lainnya tersebut. Pertama, AveÂnue Luxembourg S.A.R.L memÂbeli 13.667.250 lembar saÂham. Perusahaan ini adalah anak usaha dari Avenue Capital ManaÂgement yang berbasis di New York, AmeÂrika, milik miliuner Marc Lasry. Kedua, ArÂgyle Street MaÂnageÂment Limited yang membeli 7.536.202 lembar saham.
Seperti diketahui, PT Bumi Plc kini sedang dilanda persoalan inÂternal. Group Bakrie sedang berÂselisih dengan mitranya, investor asal Inggris Nathaniel RothsÂchild. Pembelian saham oleh Hary tentu bisa mengubah peta perÂsaingan Bakrie dan RothsÂchild memÂpeÂrebutkan Bumi Plc.
Analis First Asia Capital DaÂvid Sutianto menilai, ada bebeÂrapa pertimbangan yang mendoÂrong Hary masuk ke Bumi Plc. PerÂtama, menurut David, secara bisÂnis perusahaan itu masih meÂmiÂliki prospek.
“Ya secara bisnis masih baÂgus,†kata DaÂvid kepada wartaÂwan di JaÂkarta, kemarin.
Alasan lain, dia melihat langÂkah Hary untuk membantu Ical, saÂpaan Aburizal BakÂrie karena Bos MNC Group itu pernah meÂnyamÂpaikan keteraÂngannya seÂperti itu.
“Seperti Pak Hary bilang kalau ini bentuk solidaritas antar pengÂusaha di Indonesia,†katanya.
David mengatakan, pembelian saham tersebut semakin menunÂjukkan kedekatan Hary dan BakÂrie. Apalagi, selama ini beremÂbus kabar kedekatan kedua taiÂpan meÂdia tersebut sudah kuat. DiÂa memÂÂÂpreÂdiksi, langkah Hary bisa meÂmudahkan kerja sama ke depan.
Hary menolak aksi membeli saÂÂham Bumi Plc dikaitkan deÂngan kedekatannya dengan Grup Bakrie. Hary menjelaskan, dia meÂÂmiliki dua alasan kenapa memÂbeli saham Bumi Plc.
“Pertama, karena layak untuk investasi. Kedua, untuk memÂbanÂtu pengusaha nasional yang berÂitikad baik,†kata Harry seÂperti diÂkutip
Kontan.com, kemaÂrin.
Menurut spekulasi yang berÂedar, Hary akan memboyong 70 persen saÂham PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) senilai Rp 6 triliun. Dia juga ingin masuk ke PT BeÂrau Coal Energi Tbk (BRAU).
Chairman Bumi Plc Samin Tan tidak mau berkomentar atas speÂkulasi di luar pembelian saÂham Bumi Plc. Samin menuturkan, jika kehadiran Hary di Bumi Plc memang bertujuan menduÂkung Grup Bakrie, posisi suara kubu ini dalam Rapat Umum PeÂmeÂgang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bumi Plc bakal berÂtambah. SeÂbab, Grup Bakrie memÂÂÂbutuhkan minimal 8 persen suara untuk memenangkan perÂtaruhannya di Bumi Plc.
Aksi menggalang dukungan ke kubu Grup Bakrie tak hanya terÂjadi di London, Inggris. Di daÂlam negeri, Kepala Eksekutif PengaÂwas PaÂsar Modal Otoritas Jasa KeuangÂan (OJK) Nurhaida dan MenÂko Perekonomian Hatta RaÂjasa, ikut mendukung Grup BakÂrie.
Nurhaida menyatakan akan mengÂÂambil tindakan tegas jika terjadi perubahan pengendalian di Bumi Plc akibat RUPSLB pada 21 Februari 2013. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: