Peluang Pertamina untuk menggarap bisnis gas metana batubara (coal bed methane/CBM) dan gas bumi semakin terbuka lebar karena perusaÂhaan itu sudah mengubah angÂgaran dasarnya.
Menurut Direktur PengembaÂngan Investasi dan Manajemen RiÂsiko PT Pertamina (Persero) Afdal Bahaudin, Pertamina meÂngubah anggaran dasar dari peÂrusahaan minyak dan gas buÂmi menjadi perusahaan energi. PeruÂbahan ini sudah menÂdaÂpatkan persetujuan dari rapat umum pemegang saham (RUPS) yang diselenggarakan Kamis (19/7).
“Energi itu kan bermacam-macam, ada gas bumi, CBM dan segala macam. Kalau cuma migas nanti susah,†kata Afdal Bahaudin di Jakarta, kemarin.
Pertamina melalui anak peruÂsahaannya, PT Pertamina Hulu Energi (PHE), fokus menggarap CBM. Begitu juga dengan PT Pertamina Gas (Pertagas) yang berupaya mendorong pengguÂnaan produksi CBM. Nantinya, PHE hanya menjual gas CBM di sumur (well head), setelah itu diambil alih oleh Pertagas.
PHE menangani 11 proyek gas CBM lapangan, di mana PHE bertindak sebagai operator di lima lapangan dan sebagai mitra di enam lapangan lainnya.
Perubahan anggaran dasar ini menyusul keinginan Pertamina menjadi perusahaan berkelas dunia. Pada 2008, BUMN miÂgas ini sudah mencanangkan RenÂcana Program Jangka Panjang (RPJP) Pertamina yang menetapkan sektor hulu sebagai fokus perusahaan.
Dalam RPJP itu, strategi Pertamina memproyeksikan bisa menjadi perusahaan energi sekelas Petronas pada 2018 dan menjelma menjadi perusahaan energi 15 besar dunia pada 2023.
Afdal menambahkan, selain mendapatkan persetujuan peruÂbahan menjadi perusahaan energi, dalam anggaran dasar Pertamina juga disahkan untuk menghapus jabatan wakil direktur utama. [Harian Rakyat Merdeka]
< SEBELUMNYA
BERIKUTNYA >
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.