RMOL. Perusahaan konstruksi BUMN, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) meraih dua kontrak baru untuk proyek jalan tol senilai total Rp 565,8 miliar.
Sekretaris Perusahaan WIKA Natal Argawan Pardede meÂngaÂtakan, kontrak baru itu, yakni pembangunan ruas GemÂpol-PanÂdaan tahap I paket 2 senilai Rp 225 miliar dan pemÂbangunan ruas tol Bogor Ring Road seksi 2A Kedung Halang-Kedung Badak senilai Rp 340,8 miliar.
“Dalam proyek tol Gempol-Pandaan tahap I paket 2, kami ditunjuk sebagai kontraktor utama sepanjang 5,95 kilometer dengan lebar 2x13 meter dari total jalan sepanjang 11 kiloÂmeter,†jelasnya, kemarin.
Menurut Natal, proyek ini telah dimulai Mei 2012 dan direnÂcanakan selesai selama 15 bulan.
Proyek yang didanai PT MarÂga Bumi Adhi Karya (konÂsorsium PT Jasa Marga Tbk) ini nantinya akan terhubungkan dengan jalan tol Surabaya-Gempol yang saat ini telah beroperasi.
Khusus di proyek pemÂbaÂngunan jalan tol Bogor Ring Road seksi 2A, perseroan akan menggunakan teknologi precast double box girder dengan sisÂtem span by span.
“Box girder yang akan dipaÂsang akan diangkat mengÂguÂnaÂkan launching gantry dan akan di-stressing sekaligus untuk satu bentang yang panjangnya 50 meter,â€ujar Natal.
Selain itu, proyek ini juga menerapkan single bored pile berdiameter 2,5 meter sebagai pondasi.
Menurutnya, proyek yang rencananya dimulai Juni 2012 akan diselesaikan dalam waktu 17 bulan ke depan dengan panÂjang jalan tol mencapai 2 kiloÂmeter dan lebar 2x10,3 meter.
Proyek yang pendanaannya berasal dari PT Jasa Marga Sarana Jabar (anak usaha Jasa Marga dengan Pemda Jawa Barat) ini merupakan kelanjutan dari jalan tol Bogor Ring Road seksi I dan setelah beroperasi diharapkan dapat mengatasi kemacetan di wilayah kota Bogor dan sekitarnya.
Selain itu, WIKA hingga semester I-2012 telah memÂperoleh kontrak baru sebesar Rp 7,54 triliun atau 45,64 persen dari target kontrak baru seÂpanjang 2012 senilai Rp 16,52 triliun.
Natal mengungkapkan, seÂcara keseluruhan perseroan menargetkan total kontrak yang dihadapi senilai Rp 32,09 triliun atau meningkat 20,68 persen dibandingkan pencapaian pada 2011 sebesar Rp 26,59 triliun.
“Perolehan ini ini telah terÂmasuk kontrak bawaan (carry over) 2011 senilai Rp 15,57 triÂliun,†katanya.
Natal mengatakan, beberapa proyek besar yang diraih perÂseroan adalah kontrak pemÂbangunan PLTG Tanjung Batu berkapasitas 50-60 megawatt (MW) senilai Rp 530 miliar, empat paket proyek JGSB PemÂbangunan Jembatan dan Kereta Api Baru Jawa Tengah sebesar Rp 285 miliar serta pekerjaan rehabilitasi dan konstruksi Bangunan Sabo Dam Sleman Yogyakarta Paket I senilai Rp 240 miliar.
Selain itu, beberapa proyek lainnya di antaranya proyek procurement & installation of Refery MOP FeNi Antam berÂnilai Rp 323,20 miliar, proyek lanjutan JICT Tanjung Priok senilai Rp 101,40 miliar, proyek pemÂbaÂngunan Bukit Golf AparÂtemen di Surabaya - Jawa Timur sebesar Rp 360,30 miliar dan pembaÂngunan Dermaga Utara PelaÂbuhan Laut Batu Ampar Batam senilai Rp 349,90 miliar. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.