RMOL. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengimbau semua warga pesisir pantai menÂjaga kebersihan di wilayahnya. Pasalnya, kebersihan wilayah peÂsisir pantai dan air laut menjadi penting, karena salah satu objek wisata yang sering dijadikan sumber penghasilan masyarakat.
“Kebersihan laut menjadi fakÂtor utama. Kebersihan tidak haÂnya untuk daya tarik masÂyaÂrakat, tetapi juga kesehatan laut. TeÂrumbu karang sehat, ikan pun melimpah, kesehatan masyaraÂkat pesisir pun akan terjaga,†ujar Direktur Pesisir dan Lautan KKP Eko Rubianto menirukan ucapan Direktur Jenderal KeÂlauÂtÂan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) KKP Sudirman Saad saat acara Penyadaran MasÂyarakat Dalam Upaya PeÂnanggulangan PenÂcemaran SumÂber Daya PeÂsisir dan Laut di Desa KarangÂsong, Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (30/6).
Eko Rubianto mewakili SuÂdirman Saad yang tidak hadir di acara tersebut. Menurutnya, baÂnyaknya upaya penangÂguÂlaÂngan limbah dan sampah di wilayah pesisir yang telah dilakuÂkan di beberapa wilayah dengan memÂberikan bantuan, sampai kini belum menunjukkan keberÂhaÂsilan yang menggembirakan.
Hal ini karena belum diimÂbangi dengan pemahaman dan kesadaran masyarakat. Apalagi dengan adanya isu global climate change yang mengakibatkan kenaikan permukaan air laut, rob (banjir) dan lainnya.
Salah satu kepedulian yang harus dilakukan masyarakat pesisir adalah penanggulangan sampah dengan membiasakan penerapan konsep 4 R yakni, Reduce (pengurangan), Reuse (pemanfaatan kembali), RecÂyÂcle (mendaur ulang) dan ReÂplant (penanaman).
Untuk itu, KKP melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui berbagai media edukasi seperti buku tulis yang berisikan pentingnya menjaga lingkungan, kemudian komik yang berisi pesan kebersihan pantai, poster dan pamflet serta pagelaran buÂdaya seni drama Wira Darma.
Sebanyak 20.000 bibit mangÂrove (hutan bakau) juga diÂberikan kepada kelompok peÂngeÂlola mangÂrove desa KarangÂsong TimÂbul Jaya, guna melaÂkukan peÂnyelaÂmaÂtan pesisir di Indramayu.
Penyelamatan wilayah pesisir dengan penanaman mangrove merupakan suatu keharusan. Jika tidak segera direhabilitasi, akan berdampak pada terganggunya ekosistem kawasan pesisir. SeÂdangkan dampak negatif dalam jangka jangka panjang dan lebih luas akan dirasakan masyarakat.
Untuk anggaran dalam sosiaÂlisasi penyadaran masyarakat di Indramayu, Eko mengungkapÂkan tak ada anggaran khusus. KeÂÂbanyakan dana justru dikeÂluarkan pemerintah daerah yang memang ditargetkan dalam GeÂrakan BerÂsih Pantai dan Laut yang dilaÂkukan KKP.
“Program penyadaran ini seÂbeÂnarnya lebih banyak Pemda yang menganggarkan karena desenÂtraÂlisasi yang sudah ada. Justru 90 perÂsen dana dari masÂyarakat senÂdir,†ungkap Eko.
Eko menyebutkan, secara keseÂluruhan total dana yang diÂangÂgarkan untuk kebersihan wilayah pesisir dan laut tiap tahunnya bisa mencapai miliaran rupiah. Dana ini terdiri dari bantuan langsung yang diberikan kepada setiap desa sekitar Rp 400 juta per tahunnya.
Bupati Indramayu Ana Sofana menyambut baik program peÂnyadaran masyarakat terhadap kebersihan wilayah pesisir pantai yang digagas KKP. Apalagi deÂngan adanya desentralisasi, memÂberikan kesempatan bagi dirinya untuk mengelola wilayah pesisir pantai guna kesejahteraan maÂsyarakat.
“Dengan pantai yang bersih, sumber daya yang bisa dimanÂfaatkan semakin banyak, seÂhingÂga pantai mampu menjadi penoÂpang perekonomian masyarakat di daerah,†kata Ana. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.