Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis mempertanyaÂkan alasan Menkeu Agus MartoÂwadojo meminta biaya pelaksaÂnaan studi kelayakan dan basic design Jembatan Selat Sunda (JSS) dibiayai oleh negara meÂlalui APBN.
“Kita akan tanya apa alasan Menkeu itu nanti di DPR,†ujar Harry di Jakarta, keÂmarin, meÂnangÂgapi surat Menkeu kepada MenÂteri Pekerjaan Umum (PU) berÂnomor S-396/MK. 011/2012 terÂtanggal 8 Juni 2012. PihakÂnya mengaÂku suÂdah meÂnganÂtongi kopian surat itu.
Dalam surat tersebut, kata poÂlitisi Golkar ini, Menkeu menyeÂbutkan semua biaya yang diperÂlukan daÂlam penyiapan proyek pemÂbaÂnguÂnan infrastruktur Selat Sunda bersumber dari APBN.
DiÂsebutÂkan Menkeu pula bahÂwa selaku peÂnanggung jawab proyek kerja sama, Menteri PU menyiÂapÂkan proyek pembanguÂnan infrastruktur Selat Sunda yang terdiri dari studi keÂlayakan, renÂcana bentuk kerja sama dan renÂcana penawaran kerja sama yang mencakup jadwal, proses dan cara penilaian.
Menurut Harry, jika meÂmang benar Menkeu berkirim surat paÂda Menteri PU Djoko Kirmanto terkait beban biaya pelaksanaan studi kelayakan dan basic design JSS itu dibebankan pada APBN, maka itu masuk dalam pos angÂgaran di Kementerian PU.
Dia meÂnamÂbahkan, surat MenÂÂkeu tersÂebut berpotensi meÂmicu perÂsoaÂlan baÂru karena berÂtenÂtaÂngan deÂngan Peraturan PreÂsiden (PerÂpres) NoÂmor 86 taÂhun 2011 tentang PeÂngÂemÂbaÂngan KaÂwasÂan StrateÂgis dan InÂfraÂstrukÂtur SeÂlat Sunda yang diÂteken Presiden SBY tangÂgal 2 DesemÂber 2011.
Anggota Komisi V DPR yang membidangi infraÂstruktur Saleh Husein mengataÂkan, keÂinginan Menkeu untuk mendaÂnai studi kelayakan JSS dengan uang neÂgara tidak tepat. PaÂsalnya, nilai studi kelayakan ini dapat mengÂhaÂbiskan dana hingÂga Rp 1 triÂliun.
“Banyak investor dari negara lain yang bersedia menÂÂdanainya, kenapa harus memÂÂbebani angÂgaran negara yang terbatas,†kaÂtaÂnya, kemarin. KareÂnanya, Saleh menegaskan, dana APBN Rp 1 triliun itu akan lebih baik diÂÂguÂnakan untuk mendanai progÂram pro-rakyat lain yang tidak meÂnarik bagi investor.
Surat yang salinannya beredar di kalangan wartawan dan DPR itu menyebutkan, Menteri PU melakukan peÂnyiapan proyek pembangunan infrastruktur SeÂlat Sunda, termaÂsuk pelaksanaan studi kelayakan dan basic design Jembatan Selat Sunda.
“Selaku Penanggung Jawab proyek kerja sama, MenÂteri PU menyiapÂkan proÂyek pembanguÂnan infraÂstruktur Selat Sunda terdiri dari studi keÂlayakan, renÂcana bentuk kerja saÂÂma dan peÂnaÂwaÂran kerja saÂma,†jelas Agus.
Proyek jembatan SeÂlat Sunda menemui kendala biaya studi keÂlayakan. Hingga kini biaya serta penjaminan studi keÂlayakan beÂlum disetujui Menkeu. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: