Sehari usai dilantik sebagai Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian AgaÂma, Anggito Abimanyu langÂsung merancang pengelolaan ongkos haji. Sebagai bekas KepaÂla Badan Kebijakan Fiskal di KeÂmenterian Keuangan, dia mengaÂku lebih paÂham mengÂoptimalkan setoran awal haji yang meÂngenÂdap hingÂga Rp 40 triliun.
“Yang jelas kiÂta akan membuat bagaimana daÂÂna ongkos haji itu menjadi opÂtimal,†kata ekonom UGM ini di Jakarta, kemarin.
Dia mengatakan, dana setoran awal Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) yang masuk ke peÂmerintah jumlahnya sangat besar hingga menembus Rp 40 triliun. Sementara penempaÂtannya diraÂsa belum maksimal.
“Dana yang masuk tidak seÂbanÂÂÂÂding dengan tingkat optiÂmaliÂsasinya,†kata Anggito.
Untuk mengoptimalkan dana haji, lanjut Anggito, penempaÂtanÂnya tidak hanya terbatas pada taÂbungan atau deposito. Untuk peÂnempatan di sukuk, dia akan mengÂÂkalkulasi hitungan yang tepat. “Saya akan hitung yield-nya berapa, cocoknya untuk tenor berapa lama, sehingga hasilÂnya maksimal,†kata Anggito.
Sebelum ditetapkan menjadi DirÂjen PHU Kemenag, Anggito seÂjatinya sudah pernah menyoÂdÂorÂÂÂkan formula pengelolaan daÂna haji kepada Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali (SDA). Formula yang dia soÂdorÂkan dulu adalah sebuah sistem yang menÂcocokkan penÂdaftaran calon jaÂmaah di Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) KeÂmeÂnag dengan simpanan dana haji.
“Termasuk jika perlu juga menÂsikronkan dana haji ini deÂngan dana abadi umat,†ujar Ketua Umum Persatuan Bola BasÂket Indonesia (Perbasi) itu.
Dia yakin jika pengelolaan serÂta investasi pundi-pundi keuaÂngan yang bersumber dari maÂsyaÂrakat tepat dan efektif, maÂsyaÂraÂkat bisa merasakan hasilnya seÂcara siginifikan. Pria kelahiran Bogor 19 Februari 1963 ini untuk sementara belum bisa memaÂparÂkan persiapan teknis penyeÂlengÂgaraan haji 1433 H/2012 M.
“Ini kan masih hari pertama saja jadi Dirjen. Saya harus rapat-rapat dulu dengan para direktur,†kataÂnya. Ditanya kemungkinan menemÂpatkan dana di pasar modal, pihakÂnya hanya akan menemÂpatÂkan dana haji pada instrumen yang tidak berisiko. “Saya kira tidak, dana ini kan bukan untuk menÂcari gain (keÂuntungan),†ujarnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: