RMOL. PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) meresmikan pabrik amoÂnium nitrat. Pembangunan paÂbrik itu menelan investasi 450 juta dolar AS atau sekitar Rp 4,25 triliun. “Pabrik amonium nitrat milik KNI ini menelan investasi 450 juta dolar AS dan merupakan pabrik amonium nitrat terbesar di Asia TengÂgara,†kata Direktur Utama KNI Antung Pandoyo.
Menurut dia, pembangunan paÂbrik ini merupakan kerja saÂma antara Armindo Group yang menguasai saham KNI sebesar 51 persen dan Orica Investment Pty Ltd yang memiliki 49 perÂsen saham. Pabrik itu dibangun di atas lahan seluas 10 hektar di area Kaltim Industrial Estate, Bontang, Kalimantan Timur.
Pabrik KNI ini akan memÂproÂduksi bahan baku peledak jenis low explosive atau berdaya ledak rendah. “KNI memproÂdukÂsi amonium nitrat sebagai baÂhan baku peledak bagi sektor industri pertambangan seperti batubara, tembaga dan emas,†ujarnya.
Pendirian pabrik amonium nitrat ini, menurut Antung, meÂrupakan langkah strategis meÂngurangi ketergantungan imÂpor amonium nitrat. Fasilitas ini diharapkan dapat menurunÂkan impor amonium nitrat sebesar 40 persen.
Antung mengatakan, kapasiÂtas produksi amonium nitrat KNI mencapai 300.000 MT per tahun dan difokuskan untuk menunÂjang kebutuhan pasar dalam neÂgeri Indonesia yang diÂpreÂdiksikan akan mencapai 600.000 MT per tahun pada 2012.
Menteri Pertahanan (MenÂhan) Purnomo Yusgiantoro daÂlam peÂresmian pabrik tersebut mengaÂtakan, dengan berÂopeÂrasinya pabrik ini, selain meÂngurangi ketergantungan impor amonium nitrat juga untuk memperkuat ketahanan pasokan nasional.
Menurutnya, peresmian ini menandai mulai dioperaÂsiÂkannya pabrik amonium terÂbesar di Indonesia yang meÂmiÂliki kapasitas produksi amoÂnium nitrat 300.000 MT per tahun.
Menurutnya, pabrik KNI merupakan salah satu industri strategis di bawah pengawasan KeÂmenterian Pertahanan (KeÂmenÂhan) ini dapat menghemat devisa negara. Industri bahan baÂku peledak ini merupakan inÂdustri yang strategis dan perlu diÂdukung oleh berbagai pihak, terÂutama pemerintah pusat dan lokal karena akan memberikan manÂfaat besar bagi kepenÂtingan bangsa.
Pabrik yang dirancang deÂngan sangat baik dan dioperaÂsiÂkan oleh putra terbaik bangsa ini diharapÂkan dapat menjadi conÂtoh bagi industri-industri lain yang perlu dikembangkan daÂlam Komite Kebijakan Industri PerÂtahanan (KKIP) di masa depan.
Untuk diketahui, pembaÂnguÂnan pabrik KNI yang telah diÂmulai sejak 2009 merupakan bukti dari komitmen KNI untuk mendukung dan melayani perÂtumbuhan yang pesat dari inÂdustri pertambangan. [Harian Rakyat Merdeka]
< SEBELUMNYA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.