Kaltim Nitrate Bangun Pabrik Rp 4,25 Triliun

Kurangi Impor Amonium Nitrat

Senin, 18 Juni 2012, 08:15 WIB
Kaltim Nitrate Bangun Pabrik Rp 4,25 Triliun
Amonium Nitrat

RMOL. PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) meresmikan pabrik amo­nium nitrat. Pembangunan pa­brik itu menelan investasi 450 juta dolar AS atau sekitar Rp 4,25 triliun. “Pabrik amonium nitrat milik KNI ini menelan investasi 450 juta dolar AS dan merupakan pabrik amonium nitrat terbesar di Asia Teng­gara,” kata Direktur Utama KNI Antung Pandoyo.

Menurut dia, pembangunan pa­brik ini merupakan kerja sa­ma antara Armindo Group yang menguasai saham KNI sebesar 51 persen dan Orica Investment Pty Ltd yang memiliki 49 per­sen saham. Pabrik itu dibangun di atas lahan seluas 10 hektar di area Kaltim Industrial Estate, Bontang, Kalimantan Timur.

Pabrik KNI ini akan mem­pro­duksi bahan baku peledak jenis low explosive  atau berdaya ledak rendah. “KNI mempro­duk­si amonium nitrat sebagai ba­han baku peledak bagi sektor industri pertambangan seperti batubara, tembaga dan emas,” ujarnya.

Pendirian pabrik amonium nitrat ini, menurut Antung, me­rupakan langkah strategis me­ngurangi ketergantungan im­por amonium nitrat. Fasilitas ini diharapkan dapat menurun­kan impor amonium nitrat sebesar 40 persen.

Antung mengatakan, kapasi­tas produksi amonium nitrat KNI mencapai 300.000 MT per tahun dan difokuskan untuk menun­jang kebutuhan pasar dalam ne­geri Indonesia yang di­pre­diksikan akan mencapai 600.000 MT per tahun pada 2012.

Menteri Pertahanan (Men­han) Purnomo Yusgiantoro da­lam pe­resmian pabrik tersebut menga­takan, dengan ber­ope­rasinya pabrik ini, selain me­ngurangi ketergantungan impor amonium nitrat juga untuk memperkuat ketahanan pasokan nasional.

Menurutnya, peresmian ini menandai mulai diopera­si­kannya pabrik amonium ter­besar di Indonesia yang me­mi­liki kapasitas produksi amo­nium nitrat 300.000 MT per tahun.

Menurutnya, pabrik KNI merupakan salah satu industri strategis di bawah pengawasan Ke­menterian Pertahanan (Ke­men­han) ini dapat menghemat devisa negara. Industri bahan ba­ku peledak ini merupakan in­dustri yang strategis dan perlu di­dukung oleh berbagai pihak, ter­utama pemerintah pusat dan lokal karena akan memberikan man­faat besar bagi kepen­tingan bangsa.

Pabrik yang dirancang de­ngan sangat baik dan diopera­si­kan oleh putra terbaik bangsa ini diharap­kan dapat menjadi con­toh bagi industri-industri lain yang perlu dikembangkan da­lam Komite Kebijakan Industri Per­tahanan (KKIP) di masa depan.

Untuk diketahui, pemba­ngu­nan pabrik KNI yang telah di­mulai sejak 2009 merupakan bukti dari komitmen KNI untuk mendukung dan melayani per­tumbuhan yang pesat dari in­dustri pertambangan.  [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA