Target TEI Terlalu Bombastis, Peran UKM Masih Ngambang

Pameran Produk Lokal Ditargetkan Kantongi Rp 18 Triliun

Sabtu, 16 Juni 2012, 08:22 WIB
Target TEI Terlalu Bombastis, Peran UKM Masih Ngambang
ilustrasi, pameran
RMOL.Kementerian Perdagangan terus mengupayakan peningkat­an ekspor produk lokal lewat pame­ran Trade Expo Indonesia (TEI). Fokusnya, di pameran ini akan ditampilkan berbagai ma­cam produk ekspor yang punya nilai tambah terbaik.

Menteri Perda­ga­ngan (Men­dag) Gita Wirjawan mematok target transaksi dalam pameran TEI untuk tahun ini sebesar 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 18 triliun. Tahun lalu, TEI ha­nya membukukan transaksi 461 juta dolar AS. Sedangkan target un­tuk jumlah peserta sekitar 2 ribu dan pembeli sekitar 6 ribu baik dari domestik maupun in­terna­sional.     

“Memang targetnya sedikit bombastis, tapi realistis. Karena memang harus targetkan angka yang lebih tinggi dari sebelum­nya. Hal ini memerlukan kola­borasi antara pemangku kepen­tingan yang sangat tinggi,” kata Gita kepada wartawan di kantor­nya di Jakarta, kemarin.

Gita menambahkan, penye­lengga­raan TEI tahun ini ber­tu­juan untuk dapat memperta­han­kan dan meningkatkan kinerja ekspor nasional ke Indonesia ke negara-negara tradisional, serta upaya meningkatkan diversifi­kasi pasar ekspor ke negara-ne­gara non tradisional, seperti Asia, Afrika, Timur Tengah dan Ame­rika Latin.    

Sekjen Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Suryadi Sas­mita me­minta agar  Usaha Kecil Mene­ngah (UKM) dan Usaha Mik­ro Kecil Menengah (UMKM) di­berikan kesempatan mengikuti Trade Expo 2012 agar hasil karya maupun produknya mampu ber­saing di kancah Internasional.

Apindo juga menga­takan, per­masalahan unit UKM dan UMKM saat ini adalah bagai­mana cara mengekspor hasil karyanya ke luar negeri. Yang terjadi selama ini justru banyak pembeli dari luar negeri yang datang langsung ke tempat asal produksi UKM. Sehingga me­nyebabkan harga jualnya yang terlalu murah dan tidak sebanding dengan biaya produksi yang mereka keluarkan.

“Padahal UKM dan UMKM bisa ekspor secara langsung. Ba­nyak UKM dan UMKM mau ekpor, tapi tidak tahu caranya ekspor,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Suryadi menceritakan, yang ter­jadi selama ini pihak penye­lenggara tetap mengenakan bia­ya pen­daftaran kepada UKM dan UMKM. Untuk itu, ia me­min­ta agar diberikan fasilitas dan di­gratiskan biaya pen­daf­tarannya. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA